Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 27 Apr 2026 17:16 WIB

Ratusan Warga Desa Sukatani Sukabumi Kembali Gelar Aksi, Tagih Janji Kades Terkait Infrastruktur Jalan


					SUASANA AUDIENSI: Sejumlah warga Desa Sukatani, Sukabumi, berkumpul dan berdiri di Kantor Desa Sukatani untuk menagih janji kampanye Kepala Desa terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah, Senin (27/4/2026). Pria berbaju biru di latar depan tampaknya sedang menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Desa Sulaemansyah dan para pejabat lainnya yang duduk di meja depan dalam pertemuan tersebut. Perbesar

SUASANA AUDIENSI: Sejumlah warga Desa Sukatani, Sukabumi, berkumpul dan berdiri di Kantor Desa Sukatani untuk menagih janji kampanye Kepala Desa terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah, Senin (27/4/2026). Pria berbaju biru di latar depan tampaknya sedang menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Desa Sulaemansyah dan para pejabat lainnya yang duduk di meja depan dalam pertemuan tersebut.

JENTERANEWS.com — Ratusan warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kembali mendatangi Kantor Desa Sukatani pada Senin (27/4/2026). Kedatangan massa yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB ini bertujuan untuk menagih janji kampanye Kepala Desa (Kades) terkait perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai tak kunjung terealisasi.

Aksi ini merupakan demonstrasi kedua kalinya yang dilakukan oleh warga dengan tuntutan serupa. Audiensi warga tersebut difasilitasi dan diterima langsung oleh perwakilan Kecamatan Surade melalui Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), unsur Koramil, Polsek Surade, serta pengurus Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP).

Sorotan utama warga tertuju pada kondisi kerusakan parah di dua ruas jalan yang krusial bagi mobilitas setempat. Berdasarkan data teknis, kerusakan meliputi:

  • Ruas Cikopeng–Leuwi Cagak: Sepanjang 8,6 kilometer.

  • Ruas Pasir Halang–Karang Bolong: Sepanjang 4,2 kilometer.

Infrastruktur yang rusak ini dikeluhkan warga karena telah lama menghambat aktivitas sehari-hari, terutama akses krusial menuju pusat perputaran ekonomi, fasilitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Ahmad Caeng (55), salah seorang perwakilan warga yang hadir dalam aksi tersebut, mendesak agar pemerintah desa segera mengambil tindakan nyata dan tidak sekadar memberikan janji.

“Ini kedua kalinya kami mendatangi kantor desa. Intinya kami menagih janji manis Kades untuk memperbaiki jalan rusak. Kalau memang tidak sanggup lagi untuk menepati janji dan memajukan desa, lebih baik Kades mundur,” tegas Ahmad di lokasi audiensi.

Merespons tuntutan masyarakat, Kepala Desa Sukatani, Sulaemansyah, memberikan klarifikasi terkait lambatnya penanganan infrastruktur tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendala utama selama ini terletak pada regulasi dan kewenangan pembangunan yang didasarkan pada status jalan.

Tuntutan awal warga, menurut Sulaemansyah, berfokus pada perbaikan jalan di Kampung Cikopeng, baik melalui skema pengerasan maupun pengaspalan. Namun, jalan tersebut sebelumnya merupakan aset kabupaten sehingga Pemerintah Desa (Pemdes) tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengalokasikan dana desa untuk pembangunan.

“Awalnya itu jalan kabupaten. Baru pada tahun 2026 ini statusnya berubah menjadi jalan prioritas, sehingga pembangunannya kini boleh dieksekusi oleh Pemdes, Pemerintah Kabupaten, maupun Provinsi. Saat ini, upaya perbaikan berupa pengerasan sedang dilakukan,” ujar Sulaemansyah.

Terkait desakan massa yang memintanya untuk mundur dari jabatannya jika dinilai gagal memimpin, Sulaemansyah menanggapi hal tersebut secara normatif.

“Kepala desa boleh saja istirahat atau mundur, namun harus dengan alasan atau catatan yang jelas secara hukum dan administratif. Bagi saya, itu tidak ada masalah,” katanya.

Setelah audiensi berjalan kondusif dan seluruh tuntutan tersampaikan kepada pihak terkait, ratusan warga akhirnya membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 13.00 WIB. Masyarakat pulang dengan harapan besar agar Pemdes Sukatani dapat segera merealisasikan perbaikan jalan yang telah menjadi kebutuhan mendesak bagi kemajuan desa.(*)

Laporan: Rudi

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Ludeskan Madrasah dan Asrama Santri Ponpes Nurul Iman di Sukabumi

17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Kondisi bangunan madrasah dan asrama santri (kobong) di Pondok Pesantren Nurul Iman, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang hangus terbakar pada Minggu (17/5/2026) sore. Tampak kobaran api masih menyala hebat dan menghanguskan sebagian besar struktur bangunan.

Pertamina Patra Niaga Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Guna Antisipasi Lonjakan Konsumsi Selama Libur Panjang

17 Mei 2026 - 17:48 WIB

Gelombang PHK Kerek Klaim BPJS Ketenagakerjaan, OJK Minta Industri Asuransi Perketat Manajemen Risiko

16 Mei 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Sinergi MBG dan Koperasi Desa Mampu Bangkitkan Ekonomi Rakyat

16 Mei 2026 - 20:31 WIB

Presiden Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis menekan tombol peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi rakyat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi desa. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Presiden Prabowo Resmikan KDKMP Nasional; Jajaran Kodim 0622 Sukabumi Turut Hadir Virtual

16 Mei 2026 - 20:14 WIB

Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media di depan Koperasi Merah Putih Desa Cimanggu, Palabuhanratu, Sabtu (16/5/2026).

Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat, Bupati Sukabumi Resmikan Desa Wisata Tikukur di Sukajaya

16 Mei 2026 - 17:30 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi sejumlah tokoh dan pejabat, melakukan prosesi pemotongan pita janur kuning secara simbolis untuk menandai peresmian Desa Sukajaya sebagai Desa Wisata Tikukur di Bale Tikukur, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (16/5/2026). Acara peresmian ini digelar bertepatan dengan Festival Seni Budaya Tikukur 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.
Trending di Sukabumi