Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Jan 2026 14:35 WIB

Hujan Deras Picu Longsor TPT Jalan Kabupaten di Gunungguruh, Bahu Jalan Amblas 40 Meter


					Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Tagana saat meninjau dan mengamankan lokasi longsornya TPT Jalan Kabupaten di Kampung Neglasari, Desa Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Minggu (11/1/2026). Perbesar

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Tagana saat meninjau dan mengamankan lokasi longsornya TPT Jalan Kabupaten di Kampung Neglasari, Desa Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Minggu (11/1/2026).

JENTERANEWS.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi secara terus-menerus kembali memicu bencana hidrometeorologi. Kali ini, Tembok Penahan Tanah (TPT) pada ruas jalan kabupaten di Kecamatan Gunungguruh ambruk, menyebabkan sebagian bahu jalan amblas pada Minggu (11/1/2026).

Insiden tersebut terjadi tepatnya di Kampung Neglasari RT 53 RW 20, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sukabumi, tingginya curah hujan membuat struktur tanah menjadi labil hingga tak kuat menahan beban. Akibatnya, tebing jalan mengalami longsor dengan dimensi yang cukup masif: panjang 40 meter, lebar 2 meter, dan ketinggian mencapai 7 meter.

“Kronologis kejadian bermula dari hujan deras yang terus menerus. TPT jalan kabupaten tidak mampu menahan debit air dan tekanan tanah sehingga longsor,” tulis laporan resmi petugas lapangan.

Pascakejadian, tim gabungan yang terdiri dari Tagana, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Satpol PP, Pemerintah Desa Gunungguruh, serta unsur TNI (Babinsa) dan Polri (Bhabinkamtibmas) langsung terjun ke lokasi.

Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi di lapangan, petugas telah memasang rambu peringatan darurat berupa traffic cone dan membentangkan tali pembatas di sepanjang bibir jalan yang longsor. Langkah ini diambil untuk mengamankan pengguna jalan agar tidak terlalu dekat dengan area yang rawan amblas susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih basah.

Hingga berita ini diturunkan, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, ancaman terhadap infrastruktur jalan cukup serius jika tidak segera ditangani.

Saat ini, belum ada perbaikan fisik yang dilakukan karena kondisi cuaca dan tanah yang masih perlu diwaspadai. Pihak berwenang menyatakan bahwa kebutuhan paling mendesak di lokasi adalah material bangunan dan bronjong (kawat anyaman batu) untuk menahan tanah agar longsoran tidak meluas dan memutus akses jalan.

Pihak Tagana dan unsur terkait terus memantau perkembangan di lokasi kejadian sembari menunggu arahan dan bantuan teknis lebih lanjut dari dinas terkait. Masyarakat yang melintas di jalur Kampung Neglasari diimbau untuk ekstra waspada, terutama saat hujan turun.(*)


Kor : Fajar

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi Tegaskan Pentingnya Bimbingan Ulama pada Pelantikan Pengurus MUI 2026–2031

1 September 2026 - 13:29 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus di dalam sebuah Gedung Olahraga (GOR). Seorang pejabat dengan setelan jas krem dan peci hitam memimpin acara di tengah, berhadapan dengan barisan pria berkemeja putih dan sarung yang siap dilantik. Di latar belakang tampak papan ring basket dan tribun penonton.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca