JENTERANEWS.com– Identitas seorang pria yang tewas tertabrak Kereta Api (KA) Pangrango di Kampung Babakan, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (25/8/2025) sore, hingga kini masih menjadi misteri. Aparat desa setempat bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus berupaya menelusuri identitas korban, namun belum menemukan titik terang.
Hingga Rabu (27/8/2025), jenazah korban masih berada di RSUD Sekarwangi tanpa ada satu pun keluarga atau kerabat yang mengenali. Upaya identifikasi terkendala oleh minimnya laporan orang hilang dan keterangan saksi yang mengenal korban secara mendalam.
Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Cijalingan, Tatang Sopandi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyebarkan informasi dan berkoordinasi dengan berbagai wilayah, namun hasilnya nihil. “Sudah beberapa hari ini, tidak ada yang mengenal sama sekali. Kami sudah cek ke beberapa lokasi yang diinformasikan warga, seperti Kampung Pingku di Desa Cisande dan wilayah Pasir Angin, tapi tidak ada yang cocok,” ujar Tatang saat dihubungi pada Rabu (27/8/2025).
Menurut keterangan yang dihimpun, korban diduga merupakan seorang tunarungu dan tunawicara. Keterbatasan komunikasi ini menjadi salah satu faktor utama sulitnya melacak identitas dan asal-usulnya.
“Dari pendalaman sementara, korban diduga memiliki keterbatasan pendengaran dan bicara. Ia diketahui sering berpindah-pindah tempat,” jelas Tatang.
Meskipun identitasnya tidak diketahui, sosok korban cukup familiar bagi sebagian warga di beberapa lokasi. Ia pernah dirawat oleh seorang ketua RT selama setahun sebelum akhirnya kembali berkelana. Di wilayah Cijalingan, korban sering terlihat menjadi juru parkir di sebuah minimarket di Kadupugur.
Korban juga dikenal memiliki hobi bermain layang-layang dan kerap bergabung dengan anak-anak setempat pada sore hari. Tragisnya, saat kejadian nahas tersebut, korban diketahui tengah membawa sebuah layangan beserta gulungan benangnya, yang ditemukan masih utuh di sekitar lokasi kejadian.
“Saat terakhir terlihat, korban mengenakan kaus lengan panjang biru kombinasi merah, celana pendek, dan sandal merah. Begitu kejadian, kami langsung ke lokasi dan menemukan korban sudah dalam posisi tengkurap tak bernyawa di dekat rel,” tambah Tatang.
Saat ini, pihak berwenang masih menunggu laporan dari masyarakat yang mungkin kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai. Jenazah korban telah dievakuasi dan ditangani di RSUD Sekarwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut sambil menunggu kejelasan mengenai identitasnya. (*)
Editor : Mia















