Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Des 2025 11:15 WIB

Ironi Jalan Kabupaten di Sukabumi: Rakyat Berpeluh Gotong Royong, Pemkab Seolah ‘Tidur Pulas’


					Sejumlah warga Kedusunan Cirajeg bergotong royong membabat semak belukar yang menutupi badan jalan kabupaten ruas Purabaya-Cirajeg, Sukabumi. Meski status jalan telah beralih menjadi kewenangan Pemkab Sukabumi sejak 2021/2022, hingga kini belum ada sentuhan aspal, memaksa warga turun tangan demi keselamatan berkendara. Perbesar

Sejumlah warga Kedusunan Cirajeg bergotong royong membabat semak belukar yang menutupi badan jalan kabupaten ruas Purabaya-Cirajeg, Sukabumi. Meski status jalan telah beralih menjadi kewenangan Pemkab Sukabumi sejak 2021/2022, hingga kini belum ada sentuhan aspal, memaksa warga turun tangan demi keselamatan berkendara.

JENTERANEWS.com – Slogan pembangunan yang kerap didengungkan pemerintah daerah nampaknya masih menjadi mimpi di siang bolong bagi warga Kedusunan Cirajeg, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya. Akses vital yang menghubungkan Kecamatan Purabaya dengan Kecamatan Jampang Tengah—tepatnya di perbatasan Desa Neglasari dan Desa Nangerang—kini kondisinya kian memprihatinkan, seolah terlupakan dari peta pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Sejak dialihkan statusnya menjadi Jalan Kabupaten pada periode 2021/2022, harapan warga akan aspal mulus justru berujung nestapa. Bukannya alat berat yang datang, melainkan semak belukar yang kian rimbun menutupi badan jalan, terutama di titik kritis antara Cikamplong hingga Cimaranginang.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang ironis. Setiap hari Jumat, warga setempat yang dipimpin oleh Kepala Dusun Cirajeg, Adi, terpaksa turun ke jalan. Bukan untuk menyambut pejabat, melainkan melakukan aksi Jumat Bersih (Jumsih) secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, mereka membabat rumput dan belukar yang sudah menutup akses pandang pengendara.

“Kami dan warga berinisiatif membersihkan rumput belukar ini semata-mata demi keamanan dan kenyamanan kami sendiri saat berkendara. Ini adalah akses utama kami menuju pusat kecamatan,” ujar Adi dengan nada getir.

Meski menyadari bahwa pemeliharaan dan pembangunan jalan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, warga memilih tidak berpangku tangan melihat jalur urat nadi ekonomi mereka berubah menjadi “hutan” kecil. Gotong royong tanpa imbalan ini menjadi tamparan keras bagi dinas terkait yang memiliki anggaran pemeliharaan rutin, namun tak kunjung menampakkan batang hidungnya di lokasi tersebut.

Ketimpangan infrastruktur ini memicu pertanyaan besar: sejauh mana komitmen Pemkab Sukabumi dalam memeratakan pembangunan hingga ke pelosok perbatasan? Status “Jalan Kabupaten” yang disandang jalur Purabaya-Cirajeg seolah hanya status di atas kertas tanpa realisasi fisik yang nyata.

Warga Kedusunan Cikamplong dan Cirajeg kini hanya bisa menaruh harap pada tahun anggaran 2026. Mereka mendesak agar pengaspalan yang layak segera dilakukan.

“Kami tidak butuh janji atau status jalan yang keren di atas kertas. Kami butuh aspal yang layak sebagaimana standarisasi jalan kabupaten lainnya,” tegas salah satu warga di sela-sela kegiatan Jumsih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi terkait alasan terbengkalainya jalur tersebut. Jika pembiaran ini terus berlanjut, maka semangat gotong royong warga bukan lagi sekadar budaya, melainkan bentuk murni dari kegagalan negara dalam melayani rakyatnya.(*)

Laporan: Oto Iskandar 

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dimsum Ayam Jamur Diduga Pemicu Keracunan Massal 151 Warga SMKN 1 Gunungguruh

8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Koordinasi antara tim medis, unsur pemerintah kecamatan, dan pihak SMKN 1 Gunungguruh mengenai 151 orang yang diduga keracunan makan bergizi gratis, Rabu (7/10/2026). Satu orang guru sempat dirawat akibat insiden ini.

Petugas Evakuasi Buaya 3 Meter yang Terjerat Jaring Warga di Sungai Cibubuay Sukabumi

8 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi melakukan evakuasi terhadap seekor buaya yang terjerat jaring warga di Sungai Cibubuay, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu malam.

Niat Kabur Gagal Total, Pemuda 22 Tahun di Sukabumi Dikepung Warga usai Lecehkan Remaja Putri

7 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Wajah tegang korban begal payudara di Sukabumi, AP (18), sesaat setelah kejadian dan dievakuasi oleh rekan-rekannya dari kerumunan warga di Jalan Ahmad Yani, Senin (5/10/2026) malam.

Polisi Ringkus Oknum Guru Ngaji Pelaku Asusila Anak di Nyalindung Sukabumi

7 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Ribuan Buruh Gelar Sujud Syukur di Jakarta Pasca-Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Potret seorang pria bernama AMRULL dalam kerumunan massa dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat. Pria tersebut tampak mengenakan seragam biru berlambang Bendera Merah Putih di lengan kiri serta kacamata hitam dan peci.

PEMKAB SUKABUMI DUKUNG PENUH MUKERDA MUI: LANGKAH STRATEGIS RUMUSKAN PROGRAM KHIDMAT UMAT

6 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Wakil Bupati Sukabumi memberikan sambutan saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Kabupaten Sukabumi di Pondok Modern Assalam Putri, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan program-program keagamaan yang bermanfaat bagi umat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca