Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 8 Okt 2025 09:21 WIB

Jalan Rusak Tiada Akhir: Perjuangan SPPG Cibeureum Distribusikan Makanan di Tengah Palang Pembatas Desa


					Petugas distribusi SPPG Cibeureum berjibaku memperbaiki jalan rusak yang menjadi satu-satunya akses pengiriman makanan ke sekolah-sekolah di Cidadap, Sukabumi. Perbaikan ini dilakukan hampir setiap hari akibat kerusakan yang diakibatkan aktivitas pertanian warga. Perbesar

Petugas distribusi SPPG Cibeureum berjibaku memperbaiki jalan rusak yang menjadi satu-satunya akses pengiriman makanan ke sekolah-sekolah di Cidadap, Sukabumi. Perbaikan ini dilakukan hampir setiap hari akibat kerusakan yang diakibatkan aktivitas pertanian warga.

JENTERANEWS.com – Perjuangan berat harus dilalui oleh tim distribusi dari (SPPG) Cibeureum, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, dalam mendistribusikan makanan bagi penerima manfaat di desa Banjarsari. Distribusi makanan yang sejatinya sudah terhambat oleh kondisi jalan rusak, kini diperparah oleh adanya palang pembatas di akses jalan alternatif yang sebenarnya mulus dan lebih dekat.

Kondisi jalan utama menuju sekolah-sekolah sasaran distribusi berada dalam kondisi memprihatinkan. Menurut laporan, tim distribusi SPPG Cibeureum terpaksa melakukan perbaikan jalan nyaris setiap hari. Perbaikan ini sia-sia lantaran jalan yang sudah diperbaiki kerap dibongkar ulang oleh petani setempat untuk mengalirkan air ke sawah mereka yang berada di sisi jalan.

“Jalan yang sudah kami perbaiki dibongkar lagi untuk dilewati air, jadi setiap hari kami harus memperbaikinya lagi. Ini sangat menghambat waktu,” ujar Kepala SPPG Cibeureum, Rizal.

Padahal, terdapat akses jalan lain yang kondisinya bagus, mulus, dan jaraknya lebih dekat  tidak memutar. Sayangnya, jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh mobil boks kecil pengangkut makanan karena terpasang palang pembatas yang dipasang oleh Pemerintah Desa Banjarsari.

Menyikapi kesulitan ini, pihak SPPG Cibeureum telah berupaya melobi Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap. Mereka mengajukan permohonan agar palang pembatas tersebut bisa ditinggikan hanya 10 centimeter dari ketinggian aslinya, sehingga mobil boks kecil pengangkut makanan bisa melintas.

Namun, upaya tersebut bertepuk sebelah tangan. Kepala Desa Banjarsari dilaporkan menolak permohonan tersebut. Penolakan itu berdalih bahwa palang tersebut “sudah paten dan sudah menjadi peraturan desa.”

Rizal mengakui bahwa untuk bisa melewati jalan tersebut, mereka bisa saja menggunakan mobil yang ukurannya lebih pendek. Akan tetapi, pilihan ini justru akan menimbulkan masalah baru terkait efisiensi distribusi.

“Kalau pakai mobil boks yang sekarang, untuk 22 sekolah ke arah situ, cukup dua kali balik saja,” jelas Rizal. “Sementara, kalau harus pakai mobil yang lebih pendek, kami harus bolak-balik berkali-kali. Itu akan memperlambat waktu pengiriman ke sekolah-sekolah lainnya.”

Penolakan Kepala Desa Banjarsari ini secara efektif memaksa tim distribusi SPPG Cibeureum tetap menggunakan jalur yang rusak dan menguras tenaga, memperlambat proses pengiriman makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Perlu adanya solusi sinergis antara pihak SPPG dan Pemerintah Desa untuk memastikan kelancaran program gizi, demi kepentingan pendidikan dan kesehatan siswa di wilayah tersebut.(*)

Artikel ini telah dibaca 165 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG

24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Trending di Sukabumi