Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Jan 2026 16:33 WIB

Kami Takut Bencana”: Warga Sirnarasa Sukabumi Tegas Tolak Proyek Geothermal Kaki Gunung Halimun


					Warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, yang didominasi oleh kaum ibu dan tokoh masyarakat, berkumpul di madrasah setempat untuk menyuarakan penolakan terhadap proyek geothermal di kaki Gunung Halimun, Jumat (16/1/2026). Perbesar

Warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, yang didominasi oleh kaum ibu dan tokoh masyarakat, berkumpul di madrasah setempat untuk menyuarakan penolakan terhadap proyek geothermal di kaki Gunung Halimun, Jumat (16/1/2026).

JENTERANEWS.com – Gelombang penolakan terhadap rencana proyek eksploitasi panas bumi (geothermal) di kawasan kaki Gunung Halimun kembali mencuat. Puluhan warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, secara terbuka menyatakan sikap menolak rencana pengeboran yang akan dilakukan di kawasan Pasir Kabayan, Jumat (16/1/2026).

Aspirasi tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan warga di madrasah setempat yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, kaum ibu, hingga anak-anak. Dalam pernyataan sikapnya, warga secara khusus meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk meninjau ulang dan membatalkan proyek tersebut demi keselamatan lingkungan dan nyawa penduduk sekitar.

Penolakan warga didasari oleh kekhawatiran mendalam terhadap dampak lingkungan. Lokasi pengeboran yang berada di kawasan hutan lindung dinilai sangat berisiko, mengingat topografi Desa Sirnarasa yang berada di lereng gunung dan masuk dalam kategori zona rawan bencana.

Tokoh masyarakat setempat, Ustaz Hilman (akrab disapa Ustaz Embang), menjadi representasi suara warga dalam aksi tersebut. Ia menegaskan bahwa ketakutan warga bukan paranoia semata, melainkan berdasarkan fakta kondisi geografis tempat tinggal mereka.

“Ini bukan hanya berdasarkan laporan administratif, melainkan kondisi nyata di lapangan. Di wilayah kampung kami sudah berulang kali terjadi longsor. Kami tinggal di kawasan lereng gunung, sehingga jika pengeboran panas bumi tetap dipaksakan, dikhawatirkan dapat memicu bencana besar seperti yang pernah terjadi di Sumatera,” tegas Ustaz Hilman.

Menanggapi gejolak yang terjadi, Kepala Desa Sirnarasa, Okih Suryadi, membenarkan adanya penolakan masif dari warganya. Ia menjelaskan bahwa proyek geothermal ini berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana perizinannya diklaim telah ada sejak tahun 1998.

Rencananya, proyek ini akan memakan lahan seluas 4 hingga 6 hektare yang mencakup tiga titik pengeboran. Kendati demikian, Okih menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan mengabaikan suara rakyat.

“Dari sisi administrasi desa, kami memang tidak memiliki kewenangan untuk menolak karena ini merupakan program pemerintah pusat. Namun, apabila masyarakat menolak, maka kami juga akan bersikap sama. Kenyamanan dan kepentingan warga tetap menjadi prioritas utama bagi kami,” ujar Okih.

Sebagai langkah preventif untuk meredam potensi konflik sosial yang lebih luas, pihak pemerintah desa telah meminta perusahaan pelaksana proyek untuk melakukan sosialisasi ulang secara terbuka dan transparan di setiap dusun.

Warga Sirnarasa berharap Gubernur Dedi Mulyadi dapat mendengar jeritan mereka dan mengambil kebijakan yang pro-lingkungan. Bagi warga Sirnarasa, membatalkan proyek ini adalah satu-satunya cara untuk menjamin masa depan desa mereka terhindar dari kerusakan ekologis dan bencana alam buatan manusia.(*)



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dimsum Ayam Jamur Diduga Pemicu Keracunan Massal 151 Warga SMKN 1 Gunungguruh

8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Koordinasi antara tim medis, unsur pemerintah kecamatan, dan pihak SMKN 1 Gunungguruh mengenai 151 orang yang diduga keracunan makan bergizi gratis, Rabu (7/10/2026). Satu orang guru sempat dirawat akibat insiden ini.

Petugas Evakuasi Buaya 3 Meter yang Terjerat Jaring Warga di Sungai Cibubuay Sukabumi

8 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi melakukan evakuasi terhadap seekor buaya yang terjerat jaring warga di Sungai Cibubuay, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu malam.

Niat Kabur Gagal Total, Pemuda 22 Tahun di Sukabumi Dikepung Warga usai Lecehkan Remaja Putri

7 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Wajah tegang korban begal payudara di Sukabumi, AP (18), sesaat setelah kejadian dan dievakuasi oleh rekan-rekannya dari kerumunan warga di Jalan Ahmad Yani, Senin (5/10/2026) malam.

Polisi Ringkus Oknum Guru Ngaji Pelaku Asusila Anak di Nyalindung Sukabumi

7 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Ribuan Buruh Gelar Sujud Syukur di Jakarta Pasca-Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Potret seorang pria bernama AMRULL dalam kerumunan massa dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat. Pria tersebut tampak mengenakan seragam biru berlambang Bendera Merah Putih di lengan kiri serta kacamata hitam dan peci.

PEMKAB SUKABUMI DUKUNG PENUH MUKERDA MUI: LANGKAH STRATEGIS RUMUSKAN PROGRAM KHIDMAT UMAT

6 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Wakil Bupati Sukabumi memberikan sambutan saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Kabupaten Sukabumi di Pondok Modern Assalam Putri, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan program-program keagamaan yang bermanfaat bagi umat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca