Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 23 Feb 2025 14:05 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah Nenek di Purabaya, Diduga Akibat Tungku Masak


					Puing-puing rumah Ibu Adsiah setelah dilalap api di Kampung Cipari, Purabaya, Sukabumi, Minggu (23/2/2025). Kebakaran diduga berasal dari tungku masak yang lupa dipadamkan. Perbesar

Puing-puing rumah Ibu Adsiah setelah dilalap api di Kampung Cipari, Purabaya, Sukabumi, Minggu (23/2/2025). Kebakaran diduga berasal dari tungku masak yang lupa dipadamkan.

JENTERANEWS.com – Sebuah rumah tinggal di Kampung Cipari, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, ludes terbakar pada Minggu (23/2/2025) siang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.40 WIB ini menghanguskan rumah milik Ibu Adsiah (65), seorang nenek yang tinggal seorang diri.

Petugas P2BK, Damkar, dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran di Kampung Cipari, Purabaya.

Petugas P2BK, Damkar, dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran di Kampung Cipari, Purabaya.

Menurut laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya, Yanto Priyatno, kebakaran diduga berasal dari tungku (hawu) yang digunakan korban untuk memasak. Usai memasak, korban meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai buruh tani di ladang tetangga, dengan asumsi api di tungku telah padam.

“Seorang saksi, Bapak Hamad, melihat percikan api yang kemudian membesar dan merambat dengan cepat, menyebabkan rumah terbakar,” ujar Yanto.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, sambil menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran (Damkar).

Akibat kejadian ini, rumah berukuran 6×9 meter yang dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) dengan satu jiwa tersebut mengalami kerusakan berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

“Rumah rusak berat habis terbakar,” kata Yanto.

P2BK Purabaya bersama unsur Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan), perangkat desa, Koramil, Polsek, Satpol PP, Tagana, dan Damkar Sektor 9 Sagaranten segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Mereka membantu memadamkan api secara manual dan melakukan asesmen terhadap dampak kebakaran.

Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berasal dari tungku atau sumber api lainnya.

“Kami memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk selalu waspada,” tutur Yanto.

Saat ini, pihak terkait masih melakukan kajian untuk menghitung taksiran kerugian akibat kebakaran ini. Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah bahan bangunan untuk membangun kembali rumah korban.

Laporan ini merupakan data awal/sementara. Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring dengan perkembangan di lapangan.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana, termasuk kebakaran. Masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Sukabumi di nomor 0266-6323717 atau melalui media sosial Facebook (BPBD Kabupaten Sukabumi) dan Instagram (@bpbd.kabupaten.sukabumi). Informasi lebih lanjut juga dapat diakses melalui website bpbd.sukabumikab.com. (IS)

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Paripurna Ke-11, Sahkan Evaluasi APBD 2025 dan Bahas Status Legal Perumda Tirta Jaya

28 Juli 2026 - 19:25 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sukabumi H. Usep (kanan) memegang palu sidang didampingi Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M. (kiri) saat memimpin Rapat Paripurna Ke-11 Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Selasa (28/7/2026). Rapat tersebut membahas persetujuan hasil evaluasi APBD TA 2025 dan penyampaian pandangan umum fraksi terkait Raperda Perubahan Badan Hukum Perumda Air Minum Tirta Jaya menjadi Perseroda.

Pemkab Sukabumi Akselerasi Pemulihan Pasca-Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya

28 Juli 2026 - 06:38 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah), menyerahkan bantuan secara simbolis kepada tokoh adat Kasepuhan saat meninjau lokasi pasca-kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Senin (27/7/2026) malam. Langkah ini merupakan wujud komitmen Pemkab Sukabumi dalam mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi.

Marak Kebakaran di Kabupaten Sukabumi: Lima Peristiwa Melanda Pemukiman dan Lahan dalam Sehari

27 Juli 2026 - 22:00 WIB

Perdana, Wakil Bupati Sukabumi Lepas Keberangkatan 43 Jemaah Umrah Program Muhibah Ramadan

27 Juli 2026 - 21:34 WIB

PELEPASAN JEMAAH UMRAH — Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (berseragam dinas), secara simbolis menyalami dan melepas salah satu perwakilan jemaah umrah pada acara pelepasan di Pondok Pesantren Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Senin (27/7/2026). Sebanyak 43 jemaah yang terdiri dari marbot, guru ngaji, dan kaum dhuafa ini diberangkatkan ke Tanah Suci sebagai pemenang program apresiasi Muhibah Ramadan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sinergitas Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Wabup Sukabumi dan Dandim 0607 Resmikan Jembatan Garuda di Cibadak

27 Juli 2026 - 21:27 WIB

Bupati Sukabumi H. Andreas (seragam coklat) dan Dandim 0607 Letkol Inf Beny Syafri (seragam loreng TNI) secara simbolis menggunting pita tanda dioperasikannya Jembatan Garuda di Kampung Cipanas, Kelurahan Cibadak, Senin (27/7). Jembatan gantung ini diharapkan menjadi urat nadi perekonomian dan mempermudah aksesibilitas masyarakat.

Bocah 12 Tahun Disiram Air Panas di Pagi Hari!

27 Juli 2026 - 21:15 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Waluran, Tagana, Perangkat Desa Caringinnunggal, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP saat memberikan koordinasi dan arahan kepada pihak keluarga korban di Kampung Bojonglame, Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Sukabumi. Mediasi di rumah kejadian ini dilakukan menyusul insiden tragis penyiraman air panas oleh seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) kepada anak berusia 12 tahun pada Senin (27/7/2026) pagi.
Trending di Sukabumi