Menu

Mode Gelap
Download Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair, Cepat Terdaftar OJK Tujuh Game Penghasil Uang, Download Aplikasinya Disini Dapatkan Puluhan Juta Rupiah Cara Membuat NPWP Online, Sangat Mudah Tinggal Siapkan Syarat Wajib Pajak Diduga Depresi Berat Karena Menderita Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Seorang Nenek di Cikole Gantung Diri Tumpukan Kayu di Pinggir Jalan Cibaregbeg Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sukabumi · 18 Agu 2026 12:45 WIB

Kebakaran Hebat Melanda 30 Hektare Lahan Jati di Warungkiara Sukabumi, Proses Pemadaman Terkendala Medan


					Sejumlah petugas dari tim penanggulangan bencana gabungan memantau sisa-sisa kebakaran di area bukit perkebunan jati, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi. Seperti yang terlihat pada fail IMG-20260818-WA0081.jpg, akses jalan tanah yang sempit serta medan perbukitan menjadi salah satu kendala utama bagi armada dan petugas dalam memadamkan api secara menyeluruh. Perbesar

Sejumlah petugas dari tim penanggulangan bencana gabungan memantau sisa-sisa kebakaran di area bukit perkebunan jati, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi. Seperti yang terlihat pada fail IMG-20260818-WA0081.jpg, akses jalan tanah yang sempit serta medan perbukitan menjadi salah satu kendala utama bagi armada dan petugas dalam memadamkan api secara menyeluruh.

JENTERANEWS.com — Bencana kebakaran lahan melanda kawasan perkebunan jati seluas kurang lebih 30 hektare di wilayah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa nahas yang diketahui mulai berkobar pada Senin (17/8/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB ini, hingga Selasa (18/8/2026) siang dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya akibat kendala medan di lapangan.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, titik api teridentifikasi meliputi dua wilayah desa. Area terdampak berada di Kampung Pasir Angin RT 03/RW 05, Desa Hegarmanah—tepatnya di sekitar kawasan SMPN 2 Warungkiara—dan meluas hingga ke Kampung Ciaraksan RT 01/RW 02, Desa Mekarjaya.

Berdasarkan kronologi kejadian, api pertama kali terpantau oleh warga sudah membesar dan merambat dari bagian bawah bukit menuju ke area puncak. Beruntung, kebakaran masih terlokalisasi di dalam area perkebunan jati dan tidak merambat ke bangunan fisik maupun objek vital lainnya.

Kendati demikian, besarnya kobaran api yang terus menjalar sempat memicu kepanikan warga setempat, khususnya masyarakat yang bermukim di dekat lokasi Pasir Angin, Desa Bantarkalong, karena khawatir api menjangkau area permukiman.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Warungkiara, Pemadam Kebakaran (Damkar) Posko V Cibadak, Taruna Siaga Bencana (Tagana), TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), Satpol PP, pemerintah desa, dan dibantu oleh warga setempat langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Hingga berita ini diturunkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi (nihil). Namun, upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan dilaporkan mengalami sejumlah hambatan yang cukup berat.

Pihak BPBD menyebutkan bahwa kontur lokasi yang berupa perbukitan terjal, kelangkaan sumber air di sekitar titik api, dan sempitnya akses jalan membuat area kebakaran sangat sulit dijangkau oleh armada pemadam maupun petugas pemadam. Kondisi ini menyebabkan api masih terlihat menyala di beberapa titik, diperparah dengan kondisi cuaca yang saat ini dilaporkan cerah dan kering.

Hingga kini, total kerugian materiil akibat musibah ini masih dalam proses pendataan dan pengkajian (asesmen) lebih lanjut. Adapun penyebab pasti munculnya titik api belum dapat dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan dari pihak berwenang.

Mengingat kondisi cuaca kering di musim kemarau, pihak BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Warungkiara mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat luas.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama pada kondisi musim kemarau saat ini. Api dari sisa pembakaran dapat dengan mudah tertiup angin dan merambat, sehingga memicu kebakaran yang lebih luas. Warga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan,” imbau BPBD dalam laporan resminya.(Dik)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polres Sukabumi Bongkar Sindikat Pengoplos Gas LPG Subsidi, Negara Dirugikan Rp49,7 Miliar

18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.M. (tengah, memegang kertas) didampingi jajaran Satreskrim memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di Mapolres Sukabumi. Di depan meja terlihat barang bukti berupa ratusan tabung gas LPG ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg serta peralatan modifikasi yang digunakan tersangka untuk memindahkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi. Praktik pengoplosan ini diperkirakan merugikan negara mencapai Rp49,7 miliar.

Puluhan Warga Desa Mekarsari Sukabumi Resah, Tiba-Tiba Tercatat Punya Utang Bank Puluhan Juta

18 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Puluhan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, berkumpul di teras rumah dengan raut wajah prihatin. Mereka menyampaikan keresahan terkait pencatutan nama mereka sebagai debitur utang perbankan dengan nominal puluhan juta rupiah setelah mengikuti program budidaya singkong pada tahun 2022, padahal mereka tidak pernah merasa mengajukan pinjaman tersebut.

Tingkatkan Kinerja Kelembagaan, Pemdes Cidolog Salurkan Insentif ADD Tahap II Tahun 2026

18 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Suasana acara penyaluran insentif untuk Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) di Aula Kantor Desa Cidolog, Selasa (10/8/2026). Tampak sekelompok kader PKK berjilbab seragam mengikuti jalannya acara dengan antusias. Penyaluran insentif ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah desa atas kontribusi LKD.

Diduga Dibakar, 10 Hektare Lahan Warga di Jampangtengah Sukabumi Hangus Dilalap Api

18 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Penampakan hangus pasca-kebakaran lahan di Kampung Gunungbatu, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Sukabumi, Minggu (16/8/2026). Sekitar 10 hektare lahan warga terbakar. Asap tipis masih terlihat mengepul di lokasi. (Foto: P2BK Jampangtengah)

Sukses Jalankan Tugas Kenegaraan, Paskibraka Kabupaten Sukabumi Terima Apresiasi dari Wakil Bupati

18 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Suasana kegiatan ramah tamah antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan jajaran anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026) malam. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah atas kedisiplinan dan kesuksesan anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pemuda Asal Jakarta Hilang Terseret Ombak di Pantai Karangnaya Sukabumi

18 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Tim Rescue Pos SAR Sukabumi menggunakan perahu karet LCR (Landing Craft Rubber) untuk melakukan penyisiran di perairan Pantai Karangnaya, Cikakak, Sukabumi, pada Senin (17/8/2026). Pencarian ini difokuskan untuk menemukan Ahmad Nadif Fadilah (21), wisatawan asal Jakarta Selatan yang diduga terseret ombak.
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca