JENTERANEWS.com – Suasana tenang malam di Kampung Bohong Haur RT 01 RW 01, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, mendadak pecah oleh amukan si jago merah pada Kamis malam, 22 Mei 2025. Satu unit rumah tinggal ludes dilalap api sekitar pukul 19.00 WIB, meninggalkan duka bagi keluarga penghuninya.
Insiden nahas ini menimpa rumah yang dihuni oleh Ibu Hindun dan dikontrak oleh Bapak Edi beserta keluarganya, yang terdiri dari satu kepala keluarga dengan total lima jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Menurut laporan dari Andri Candra Nurjaman, petugas P2BK (Petuga Penanggulangan Bencana Kecamatan) Lengkong, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan rumah.
“Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, sekitar pukul 19.00 WIB, telah terjadi kebakaran rumah tinggal Ibu Hindun yang dikontrak oleh Bapak Edi. Satu KK lima jiwa terdampak,” ujar Andri dalam laporannya.
Meskipun api berhasil dipadamkan, kondisi rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Taksiran kerugian materiel akibat kebakaran ini masih dalam proses evaluasi dan kajian oleh pihak berwenang. Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan tengah hujan gerimis.
Upaya penanganan segera dilakukan setelah laporan diterima. P2BK Kecamatan Lengkong berkoordinasi cepat dengan Perangkat Desa Neglasari dan tim pemadam kebakaran. Proses pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh unit Damkar Jampang Kulon.
Sejumlah unsur dan pihak terkait juga sigap mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan melakukan pendataan. Di antaranya adalah P2BK Lengkong, aparat Pemerintah Desa (Pemdes) Neglasari, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Kasi Trantib, Camat Lengkong, Kasi PMD, dan Kasi Yanlik.
“Sumber data kami peroleh dari berbagai pihak, termasuk masyarakat di lokasi. Data ini merupakan data awal atau sementara. Jika ada perkembangan terbaru, akan kami tambahkan dan laporkan kembali,” tambah Andri.
Pihak berwenang masih terus melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut terkait dampak serta penyebab pasti kebakaran. Bantuan bagi keluarga korban kini menjadi prioritas untuk meringankan beban yang mereka hadapi pasca kehilangan tempat tinggal.(*)
[Sumber: P2BK Lengkong|Editor: Hamjah]















