JENTERANEWS.com — Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda Kampung Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pemerintah menyalurkan bantuan logistik kedaruratan senilai Rp278.415.408 untuk memenuhi kebutuhan dasar 420 warga terdampak (70 Kepala Keluarga) pada masa tanggap darurat.
Berdasarkan laporan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sukabumi, kebakaran hebat tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Api diduga berawal dari korsleting listrik, meski tim di lapangan juga sempat mencatat adanya dugaan awal terkait aktivitas pembakaran yang tidak pada tempatnya.
Api dengan sangat cepat membesar dan menjalar karena mayoritas rumah di kawasan adat tersebut bermaterialkan kayu dengan atap ijuk. Kondisi ini diperparah oleh kencangnya tiupan angin serta jarak antarbangunan yang sangat rapat. Akibatnya, 70 unit rumah mengalami rusak berat dan dua unit kendaraan roda empat hangus terbakar. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selalu menjadi prioritas utama pemerintah dalam setiap penanganan bencana.
“Pada masa tanggap darurat, yang paling utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Karena itu, Kemensos menyalurkan bantuan logistik dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan kepada para penyintas berjalan optimal,” tegas Gus Ipul di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Sinergi Distribusi Logistik dan Pendirian Dapur Umum

Petugas Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi dan Tagana sedang meninjau pemasangan tenda darurat keluarga bantuan dari Kementerian Sosial. Langkah cepat ini dilakukan untuk menyediakan tempat berlindung sementara bagi 70 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal mereka.
Bantuan logistik dari Kemensos didistribusikan melalui tiga titik, yakni Sentra Palamarta Sukabumi, Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Gudang Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan esensial pengungsi. Untuk kebutuhan operasional pengungsian, Kemensos menyalurkan belasan tenda keluarga, tenda induk, 110 lembar tenda gulung, velbed, serta ratusan lembar kasur, matras, dan selimut.
Sementara untuk pemenuhan kebutuhan logistik pangan dan sandang, bantuan yang diberikan meliputi 1.500 kilogram beras, ratusan paket makanan siap saji dan makanan anak, ratusan setel pakaian (dewasa dan anak), family kit, kidsware, hingga perlengkapan ibadah.
Sebagai bentuk sinergi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga turut menerjunkan bantuan. Bantuan tersebut berupa 250 dus mi instan, 100 bungkus nasi liwet, 80 kilogram gula, 100 kaleng biskuit, 20 dus air mineral, serta 60 paket perlengkapan mandi.
Saat ini, sebagian warga terdampak terpaksa mengungsi di rumah kerabat, sementara sebagian lainnya menempati tenda-tenda pengungsian darurat. Di lokasi kejadian, Dinas Sosial, Tagana, P2BK BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, dan pemerintah desa setempat terus bahu-membahu menangani warga terdampak.
Tim gabungan secara aktif melakukan asesmen lanjutan, menyiapkan lokasi pengungsian yang layak, dan memberikan layanan trauma healing di posko. Untuk menjamin ketersediaan makanan para penyintas, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi juga telah mendirikan fasilitas dapur umum.
Kemensos memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap menyesuaikan dukungan logistik sesuai dengan dinamika kebutuhan warga selama masa tanggap darurat berlangsung.(*Wan*)















