Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 7 Jul 2025 19:38 WIB

Kesalahpahaman Jadwal Pelayanan Picu Protes, Nelayan Palabuhanratu Geruduk SPBU


					Aksi protes nelayan Palabuhanratu di SPBU Jalan Kidang Kencana, Minggu (6/7/2025), setelah tidak bisa membeli BBM menggunakan jerigen. Pihak SPBU kemudian mengklarifikasi insiden ini sebagai akibat miskomunikasi jadwal pelayanan. Perbesar

Aksi protes nelayan Palabuhanratu di SPBU Jalan Kidang Kencana, Minggu (6/7/2025), setelah tidak bisa membeli BBM menggunakan jerigen. Pihak SPBU kemudian mengklarifikasi insiden ini sebagai akibat miskomunikasi jadwal pelayanan.

JENTERANEWS.com – Suasana di SPBU 3443304 Jalan Kidang Kencana, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, memanas pada Minggu (6/7/2025) ketika puluhan nelayan melancarkan aksi protes. Sebuah video yang merekam insiden tersebut dengan cepat menjadi viral, memperlihatkan kekecewaan para nelayan yang tidak bisa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen, sebuah praktik yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun.

Aksi ini dipicu oleh penolakan pihak SPBU untuk melayani pembelian BBM menggunakan jerigen pada pagi hari. Dalam video yang beredar luas di media sosial dan grup percakapan, terdengar suara seorang nelayan yang menyuarakan frustrasinya.

“Para nelayan ngamuk karena pengisian BBM menggunakan jerigen ditolak. Nelayan kan biasanya dikasih jatah,” ujar suara dalam video tersebut, menggambarkan puncak kekesalan para nelayan yang merasa hak mereka diabaikan.

Para nelayan, yang sebagian besar merupakan nelayan pagang, menegaskan bahwa pembelian dengan jerigen adalah sebuah keharusan untuk operasional melaut mereka. “Nelayan barang beli paling 10 liter. Isi dulu yang ada ini, tolong diisikan,” pinta seorang pria dalam rekaman, menyoroti kebutuhan mendesak mereka akan BBM untuk perahu mereka.

Video tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran di kalangan nelayan lainnya, memicu spekulasi akan semakin sulitnya akses terhadap BBM bersubsidi di masa mendatang.

Saat dikonfirmasi pada Senin (7/7/2025), Pengawas SPBU 3443304 Palabuhanratu, Acep Sudrajat, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, ia meluruskan bahwa kejadian itu murni akibat kesalahpahaman terkait jadwal pelayanan baru.

“Betul ada aksi dari nelayan kemarin. Itu terjadi karena miskomunikasi. Kami tidak melarang, melainkan hanya mengatur ulang waktu pelayanan untuk pembelian menggunakan jerigen,” jelas Acep.

Menurutnya, kebijakan baru ini dibuat untuk menciptakan ketertiban dan menghindari antrean panjang yang sering terjadi saat jam sibuk. Pelayanan untuk nelayan yang menggunakan jerigen dialihkan ke malam hari.

“Kami alihkan waktu pengisian BBM untuk nelayan ke malam hari, yaitu antara pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Tujuannya agar lebih tertib dan tidak bentrok dengan antrean kendaraan umum seperti mobil dan motor,” tegasnya.

Acep juga membantah tudingan bahwa SPBU lebih memprioritaskan pengecer. “Rata-rata yang datang membawa jerigen itu juga nelayan. Jadi tidak ada prioritas, hanya waktunya yang kami atur. Sayangnya, informasi penting ini belum tersosialisasi dengan baik kepada para nelayan,” tambahnya.

Persoalan ini semakin rumit karena beberapa nelayan yang sudah memiliki barcode pembelian BBM subsidi tetap ditolak, lantaran tidak mengetahui adanya perubahan jadwal pelayanan.

Acep mengakui kurangnya koordinasi awal dengan perwakilan nelayan menjadi pangkal kesalahpahaman. “Memang waktu itu belum ada koordinasi lebih lanjut, sehingga terjadi miskomunikasi,” akunya.

Untuk menyelesaikan masalah ini, pihak manajemen SPBU segera mengambil langkah proaktif. “Saat ini, manajer SPBU sedang menggelar rapat bersama perwakilan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk mencari solusi terbaik dan memastikan informasi tersampaikan dengan jelas,” terang Acep.

Pihak SPBU berkomitmen untuk tetap melayani kebutuhan BBM para nelayan. Acep memastikan bahwa ke depan, komunikasi akan menjadi prioritas utama untuk mencegah insiden serupa terulang.

“Kami siapkan stok untuk nelayan. Selama mereka membawa barcode sah dari Pertamina dan datang sesuai jadwal yang ditentukan, semua pasti akan kami layani,” pungkasnya.(*)


Reporter : Ridwan

Redaktur: Hamjah


 

Artikel ini telah dibaca 70 kali

Baca Lainnya

Beraksi di 12 TKP, Sindikat Penipuan dan Penggelapan Motor di Sukabumi Diringkus Sat Reskrim

13 Januari 2026 - 12:50 WIB

Terduga pelaku utama kasus penipuan dan penggelapan motor berinisial AS (tengah, berbaju oranye) saat digiring oleh petugas Unit 1 Jatanras Sat Reskrim di Mapolres Sukabumi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berujung Luka Sayat di Wajah, Duel ‘Ketersinggungan’ di Ciandam Sukabumi Berakhir di Jeruji Besi

13 Januari 2026 - 12:41 WIB

Terduga pelaku penganiayaan berinisial YH (kiri) saat menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Mapolsek Cibeureum, Kota Sukabumi, usai ditangkap akibat melukai korban dengan senjata tajam.

Diduga Lecehkan Santri Sejak Setahun Terakhir, Oknum Guru Ngaji di Cicurug Diamankan Polisi

13 Januari 2026 - 12:33 WIB

Pihak kepolisian mengamankan seorang oknum guru ngaji di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap sejumlah anak didiknya. Kasus ini kini ditangani Unit PPA Polres Sukabumi.

Hujan Deras Guyur Sagaranten, Pohon Jati 15 Meter Tumbang Timpa Rumah Warga di Pasanggrahan

13 Januari 2026 - 12:21 WIB

Kondisi rumah milik Enep (53) di Kampung Cimangir, Desa Pasanggrahan, yang tertimpa pohon jati usai hujan deras mengguyur wilayah Sagaranten, Selasa (13/1/2026).

Soroti Jalan Rusak hingga Dugaan Kerugian Rp27 Miliar, BEM PTNU Sukabumi Raya Geruduk Kantor Dinas BMPR Jabar

13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Rakyat Bayar Pajak, Pemerintah Mana Tanggung Jawab?", demikian bunyi poster yang dibawa salah satu peserta aksi BEM PTNU Sukabumi Raya di depan Kantor Dinas BMPR Jabar Wilayah II, Sukabumi, Senin (12/1/2025). Aksi ini merupakan buntut kekecewaan masyarakat atas buruknya tata kelola dan pemeliharaan jalan provinsi.

Rumah Semi Permanen di Kabandungan Ambruk, 10 Jiwa Terdampak Butuh Bantuan Mendesak

12 Januari 2026 - 18:48 WIB

Tampak bangunan rumah semi permanen milik Bapak Darma di Kampung Lemah Duhur, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, yang ambruk pada bagian atap dan dinding, Senin (12/1/2026). Sebanyak 10 jiwa terdampak akibat kejadian ini.
Trending di Sukabumi