Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 9 Apr 2026 18:07 WIB

Mengenal Fenomena “Al-Iblas”: Bahaya Keputusasaan Psikologis dan Solusi Mengatasinya dalam Islam


					Mengenal Fenomena “Al-Iblas”: Bahaya Keputusasaan Psikologis dan Solusi Mengatasinya dalam Islam Perbesar

JENTERANEWS.com — Masyarakat pada umumnya mungkin lebih familier dengan istilah Iflas, yang dalam literatur Islam merujuk pada kebangkrutan secara finansial atau harta. Namun, terdapat sebuah kondisi yang jauh lebih mengkhawatirkan dan dapat mengancam kesehatan mental maupun spiritual seseorang, yaitu Al-Iblas.

Al-Iblas didefinisikan sebagai sebuah kondisi psikologis ketika seseorang merasa musibah yang menimpanya terlalu besar, sehingga memunculkan keyakinan bahwa tidak ada lagi jalan keluar. Dalam fase ini, hati penderitanya menjadi kosong dari harapan dan terasa gelap gulita tanpa cahaya. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena berpotensi merusak ketahanan mental seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Berdasarkan paparan Syaikh Abdullah Al-Jarbu’ yang disadur melalui program edukasi Nasehat Ulama di Yufid TV, rasa frustrasi dan keputusasaan yang ekstrem ini tidak muncul secara tiba-tiba. Terdapat dua akar penyebab utama mengapa seseorang dapat terjangkit “penyakit” Al-Iblas:

  • Lemahnya Pengenalan terhadap Tuhan: Kurangnya pemahaman mengenai kebesaran dan sifat-sifat Allah memicu hilangnya harapan.

  • Berhenti Bersandar pada Sang Pencipta: Melepaskan keterikatan spiritual yang berakibat pada hilangnya pegangan hidup.

Akibat dari kedua hal tersebut, seseorang akan memandang masa depannya dengan suram. Tingkat kecemasan akan memuncak, dan jiwa merasa terisolasi atau sendirian dalam menghadapi kejamnya dunia.


Resep Teologis untuk Mengobati “Al-Iblas”

Meski tergolong sebagai kondisi yang membahayakan, Al-Iblas bukanlah tanpa penawar. Solusi paling mendasar untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan kembali mengenali Allah melalui Nama-nama dan Sifat-sifat-Nya yang mulia.

Meyakini bahwa Allah adalah Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang), serta memiliki kekuasaan mutlak atas segala sesuatu, merupakan fondasi utama kesembuhan. Kesadaran akan kemahakuasaan dan kasih sayang Tuhan ini diyakini mampu meluruhkan perasaan “tidak mungkin” atau “buntu” yang sebelumnya membelenggu pikiran.

Tiga “Senjata” Praktis untuk Keseharian

Selain pemulihan secara teologis, terdapat langkah-langkah praktis yang direkomendasikan sebagai senjata harian untuk membentengi diri dari keputusasaan:

  1. Sabar dan Shalat: Merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 45, menahan diri dengan kesabaran dan mendirikan shalat adalah jalan utama untuk memohon pertolongan.

  2. Memperbanyak Istighfar: Permohonan ampunan (istighfar) tidak sekadar berfungsi untuk menghapus dosa. Secara psikologis-spiritual, istighfar bekerja layaknya pembersih “noda” di dalam hati yang kerap memicu perasaan waswas, kedengkian, dan kesedihan yang berlebihan.

  3. Bersedekah: Melengkapi sabar, shalat, dan istighfar dengan berbagi kepada sesama (sedekah) diyakini dapat semakin memantapkan ketenangan jiwa.


Rahasia Hati yang Kokoh: Mengimani Takdir

Sebagai landasan terakhir untuk menjaga keseimbangan mental, agama Islam menekankan pentingnya beriman kepada Qada dan Qadar (takdir). Keyakinan bahwa garis hidup manusia telah tertulis sebelum penciptaannya memiliki dua tujuan psikologis yang sangat krusial:

  • Mencegah Kesedihan Berlebih: Agar manusia tidak terlalu terpuruk saat dihadapkan pada kehilangan atau kegagalan.

  • Mencegah Kesombongan: Agar manusia tidak menjadi takabur atau lupa diri saat mendapatkan kejayaan dan kesuksesan.

Keimanan pada takdir inilah yang menciptakan stabilitas mental, membuat jiwa seseorang tetap seimbang, tidak mudah goyah, dan pantang menyerah.

Di penghujung pesannya, para ulama mengingatkan agar umat tidak membiarkan bisikan keputusasaan merajai pikiran. Mengembalikan segala urusan kepada Sang Pencipta, memperlama durasi sujud, dan terus memohon pertolongan adalah langkah terbaik. Hati yang sepenuhnya bersandar pada Dzat Yang Maha Kuat dipastikan tidak akan pernah benar-benar patah.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi