JENTERANEWS.com – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kampung Cikaret Hilir RT 02/RW 02, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (15/7/2025) siang. Akibat amukan si jago merah, dua unit rumah ludes tak bersisa, menyebabkan dua kepala keluarga dengan total enam jiwa kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ini sontak membuat warga sekitar panik. Menurut laporan dari Wisnu, anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Kebonpedes, dugaan sementara penyebab kebakaran dipicu oleh permainan korek api oleh anak-anak di sekitar lokasi.
“Dugaan sementara dari informasi di lapangan, api berasal dari anak-anak yang bermain korek api. Cuaca yang panas dan bangunan rumah yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar,” ujar Wisnu dalam laporannya.
Dua rumah yang menjadi korban dalam insiden ini adalah milik Bapak Iing Rojikin (dengan ukuran rumah 1,5 x 5 meter) dan milik Bapak Misba (dengan ukuran rumah 2,5 x 4 meter). Kedua bangunan tersebut habis terbakar dan kini rata dengan tanah.
Petugas gabungan yang terdiri dari TAGANA, perangkat desa, pihak Kecamatan Kebonpedes, Koramil, Polsek, Kasi Trantib, serta unit Pemadam Kebakaran (Damkar) segera berkoordinasi dan terjun ke lokasi untuk melakukan pemadaman serta pendataan (assessment).
“Kami bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan assessment. Upaya pemadaman berhasil dilakukan, namun kedua rumah tidak dapat diselamatkan,” tambah Wisnu.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi sudah padam total namun menyisakan puing-puing kesedihan. Kerugian materiel masih dalam proses perhitungan. Sementara itu, kedua keluarga korban kini dalam kondisi sulit karena belum memiliki tempat untuk mengungsi.
“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah bahan material bangunan, sembako untuk kebutuhan sehari-hari, dan pakaian layak pakai bagi keenam korban,” jelasnya.
Pihak TAGANA bersama aparat setempat turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)
Kor : Fajar
Redaktur: Hamjah















