JENTERANEWS.com – Warga Kampung Sawahlega, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang mengapung di saluran irigasi persawahan pada Kamis (21/8/2025) pagi.
Jasad bayi malang yang diperkirakan baru dilahirkan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang buruh harian lepas, Saeful Mahbub (55), sekitar pukul 09.20 WIB. Saat itu, Saeful tengah mengatur aliran air untuk sawahnya di dekat jalur rel kereta api, tidak jauh dari Jalan Lingkar Selatan (Fly Over Cibatu).
Perhatiannya tertumpu pada sebuah benda mencurigakan yang tersangkut di aliran air. Setelah mendekat untuk memastikan, ia terkejut saat menyadari bahwa benda tersebut adalah jasad seorang bayi.
“Saya sedang mengalirkan air, lalu melihat sesuatu yang aneh di selokan. Setelah saya periksa, ternyata mayat bayi,” ujar Saeful saat ditemui di lokasi.
Temuan mengejutkan itu segera ia sampaikan kepada warga lainnya, Ujang Irfan (30), yang kemudian bersama-sama memastikan kondisi jasad tersebut sebelum melaporkannya kepada pihak berwenang.
Aparat dari Polsek Cisaat, didampingi Babinsa Desa Cibatu, Sertu Slamet Waluyo, serta Tim Inafis dari Polres Sukabumi Kota, segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari hasil identifikasi awal, bayi tersebut memiliki panjang sekitar 50 cm dengan kondisi tubuh yang masih lengkap. Namun, jasadnya telah membengkak akibat terendam air. Salah satu detail yang menjadi sorotan adalah masih terpasangnya sebuah kateter pada pusar bayi, mengindikasikan bahwa bayi tersebut kemungkinan besar baru saja dilahirkan dan sempat mendapatkan penanganan medis sesaat setelah lahir.
“Saat ditemukan, kondisi tubuh bayi utuh, tidak ada bagian yang hilang, namun sudah membengkak. Masih ada kateter di pusarnya,” jelas Sertu Slamet Waluyo.
Untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, jasad bayi tersebut langsung dievakuasi ke RSUD R. Syamsudin, S.H. di Kota Sukabumi.
Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam dan keprihatinan di kalangan warga setempat. Banyak dari mereka yang mengaku tidak menyangka kejadian setega itu bisa terjadi di lingkungan mereka.
“Kami semua kaget dan sangat prihatin. Semoga polisi bisa segera menemukan siapa pelaku yang tega membuang darah dagingnya sendiri di saluran air,” ungkap seorang warga.
Kapolsek Cisaat melalui jajarannya menegaskan bahwa kasus ini tengah dalam penyelidikan intensif. Pihak kepolisian akan menelusuri berbagai petunjuk, termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit, klinik bersalin, dan para bidan di sekitar wilayah Cisaat untuk mencari informasi mengenai ibu dari bayi malang tersebut.(*)
Reporter: Joko. S
Redaktur: Hamjah















