JENTERANEWS.com – Suasana ceria di pesisir Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, seketika berubah menjadi duka dan kepanikan pada Minggu (13/7/2025) sore. Seorang anak laki-laki bernama Fahmi (12 tahun) dilaporkan hilang ditelan ombak saat tengah asyik bermain bersama teman-temannya sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa nahas ini bermula saat Fahmi, warga Kampung Cemara Baru RT 002/032, Kelurahan Palabuhanratu, bermain air di bibir pantai. Diduga terlalu asyik, ia tanpa sadar bergerak semakin ke tengah. Nahas, gelombang tinggi yang datang tiba-tiba langsung menggulung dan menyeret tubuhnya ke lautan lepas. Teman-temannya yang panik segera berteriak meminta pertolongan.
Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tragis ini. Menurutnya, laporan kehilangan korban diterima sesaat setelah kejadian, dan tim SAR gabungan langsung bergerak cepat menuju titik lokasi.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang anak yang terseret ombak. Korban atas nama Fahmi, usia 12 tahun, hingga saat ini masih dalam pencarian,” ujar Deni Yudono.
Ia menjelaskan, operasi pencarian besar-besaran segera digelar dengan melibatkan puluhan personel gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Sukabumi, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta relawan dan nelayan setempat.
“Tim gabungan telah melakukan penyisiran baik melalui jalur darat di sepanjang garis pantai maupun melalui jalur laut menggunakan beberapa perahu karet. Fokus pencarian saat ini berada di sekitar lokasi korban pertama kali terlihat terseret arus,” kata Deni.
Di tengah suasana penuh kecemasan, Deni Yudono juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan akan bahaya yang selalu mengintai di pantai selatan Jawa, yang terkenal memiliki karakter ombak dan arus yang kuat serta sulit diprediksi.
“Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap korban bisa segera ditemukan dalam kondisi apapun. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kita semua. Kepada warga dan wisatawan, kami mohon agar tidak lengah, terutama jika mengajak anak-anak bermain di sekitar pantai. Arus laut selatan sering tidak terduga,” ungkapnya dengan nada serius.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian Fahmi masih terus berlangsung. Tim SAR berpacu dengan waktu dan kondisi cuaca di lapangan. Doa dan harapan dari keluarga serta seluruh masyarakat mengiringi kerja keras tim di lapangan.
“Kami meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan ananda Fahmi segera ditemukan,” tutup Deni.(*)
Reporter: Ridwan
Redaktur: Hamjah















