JENTERANEWS.com – Duka mendalam menyelimuti Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad Mondi (9), bocah yang menjadi korban tanah longsor, pada Selasa (11/3) sore. Penemuan ini mengakhiri penantian panjang keluarga yang dilanda kesedihan.
Jasad Mondi ditemukan di antara reruntuhan material tanah, terkubur di kedalaman 2 hingga 3 meter. Tim SAR gabungan bekerja keras, menggali dengan cangkul dan menyemprotkan air menggunakan alkon di titik yang dicurigai sebagai lokasi korban.
“Kami menemukan korban sore ini dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 5 meter dari lokasi rumahnya,” ungkap Ahmad Rizkiansyah, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta. “Selanjutnya, jenazah kami serahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.”
Penemuan jasad Mondi menambah daftar panjang korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi. Hingga saat ini, tercatat 5 orang meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian.
Daftar Korban Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Sukabumi:
- Meninggal Dunia:
- Zahra (40) – Kecamatan Palabuhan Ratu
- Nurul (3) – Kecamatan Palabuhan Ratu
- Nedi Saputra (3) – Kecamatan Simpenan
- Yayar (70) – Kecamatan Simpenan
- Mondi (9) – Kecamatan Simpenan
- Dalam Pencarian:
- Darjat (60) – Kecamatan Lengkong
- Siti Maryam (35) – Kecamatan Lengkong
- Ahyar Fauzi (9) – Kecamatan Lengkong

Proses pencarian korban longsor oleh tim SAR gabungan di Sukabumi.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari puluhan personel dari berbagai instansi, terus berupaya mencari korban yang masih hilang di Desa Langkap Jaya, Kecamatan Lengkong. Mereka bekerja tanpa lelah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang sulit.
Bencana ini telah menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Ratusan warga terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terus memberikan bantuan kepada para korban, termasuk penyediaan tempat pengungsian, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di musim hujan ini. Pemerintah daerah juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk segera mengungsi jika terjadi hujan deras atau tanda-tanda longsor.(*)
Laporan: Aris Jampang















