Menu

Mode Gelap

News · 4 Apr 2022 05:37 WIB

PPA Polres Sukabumi Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Kekerasan Anak & Perempuan


					0 IMG 20220404 051811 watermark Sen 04042022 051854 copy 503x322 Perbesar

0 IMG 20220404 051811 watermark Sen 04042022 051854 copy 503x322

JenteraNews – Sepanjang tahun 2021-2022 Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Sukabumi, sejumlah seratus lebih kasus kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berhasil diungkap.

“Dalam satu tahun terakhir ini lebih dari 121 Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, juga pelecehan, yang kami tangani dan berhasil kami ungkap,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Iptu Bayu Sunarti di Sukabumi, Minggu. (3/4/2021).

Dari sejumlah kasus itu, ada 80 kasus sudah berhasil di selesaikan, dan sudah di vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:   Kemendagri Dorong Pemda Sukseskan Gerakan Nasional

“Untuk tahun ini 2022, kasus yang paling menonjol ada dua perkara yaitu dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang di mana empat korbannya dijual ke wilayah Provinsi Papua dan satu korban menjadi korban perdagangan di Arab Saudi,” lanjutnya.

Dalam kasus TPPO, para pelaku ini mengincar perempuan yang masih muda belia, dengan mengiming-imingi pekerjaan yang layak dan upah yang cukup besar.

Terbukti seperti korban TPPO empat wanita asal Palabuhanratu yang di jual ke Papua. Awalnya diberi angin surga, akan dipekerjakan sebagai pelayan disalah satu kafe namun kenyataannya mereka diperjualbelikan dan di paksa untuk menjadi pekerja seks komersial, dan satu korban lainnya wanita asal kecamatan Cidahu yang menjadi korban TPPO ke Arab Saudi, selama kerjanya korban tidak mendapatkan upah makan dan minum pun sulit.

Baca Juga:   Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalan Raya Sukabumi-Bogor

“Empat korban tersebut sudah berhasil diselamatkan dan sudah dikembalikan kepada keluarganya. Namun perkaranya masih kami kembangkan karena biasanya dalam kasus seperti ini para pelaku berjaringan,” kata Bayu.

Kasus lain yang menonjol selain TPPO di tahun ini, yaitu tindak pidana aborsi, dimana pihaknya sudah menangkap tiga orang pelaku, bukan hanya itu kasus kekerasan terhadap anak pun kerap terjadi, dari penganiayaan sampai pelecehan seksual.

Baca Juga:   Mayat Tampa Identitas Ditemukan Mengabang di Sungai Cimandiri

Iptu Bayu Sunarti, juga menghibau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga anak-anaknya agar tidak menjadi korban kekerasan, karena dampaknya korban akan mengalami trauma berkepanjangan.Biasanya pelaku kasus kekerasan dilakukan oleh orang terdekat baik keluarga maupun yang berada disekitar. (*)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Kisah Pilu Homisah Yang Kedua Anaknya Keracunan Nasi Boks Dari Acara Pra Nikahan Di Sagaranten

12 Juni 2024 - 17:47 WIB

Kisah Pilu Homisah Yang Kedua Anaknya Keracunan Nasi Boks Dari Acara Pra Nikahan Di Sagaranten

Korban Meninggal Keracunan Makanan Di Sagaranten Bertambah Jadi 2 Orang

12 Juni 2024 - 16:20 WIB

Korban Meninggal Keracunan Makanan Di Sagaranten Bertambah Jadi 2 Orang

Kasus Dugaan Keracunan Masal Meluas, 43 Warga Curugkembar Juga Jadi Korban

10 Juni 2024 - 23:05 WIB

Kasus Dugaan Keracunan Masal Meluas, 43 Warga Curugkembar Juga Jadi Korban

55 Orang Alami Keracunan Massal Di Sagaranten, Begini Ceritanya

10 Juni 2024 - 15:43 WIB

55 Orang Alami Keracunan Massal Di Sagaranten, Begini Ceritanya

Mayat Penuh Belatung Ditemukan Dalam Bangunan Kosong di Cisolok Sukabumi

5 Juni 2024 - 16:00 WIB

Mayat Penuh Belatung Ditemukan Dalam Bangunan Kosong di Cisolok Sukabumi

Seruan “All Eyes on Papua”: Mengungkap Kepedihan Masyarakat Adat di Media Sosial

5 Juni 2024 - 11:53 WIB

Seruan "All Eyes on Papua": Mengungkap Kepedihan Masyarakat Adat di Media Sosial
Trending di Ekonomi