Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mar 2025 15:18 WIB

PPNS Kota Sukabumi: Ujung Tombak Penegakan Perda dan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel


					Peserta Diklat Pembentukan PPNS Penegak Perda mengikuti apel kunjungan studi kerja di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi. Perbesar

Peserta Diklat Pembentukan PPNS Penegak Perda mengikuti apel kunjungan studi kerja di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Di tengah dinamika pemerintahan yang terus berkembang, peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Sukabumi menjadi semakin vital. Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan peraturan daerah (perda) tidak hanya menjadi lembaran kertas, tetapi diimplementasikan secara efektif demi kesejahteraan masyarakat.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dalam apel kunjungan studi kerja profesi peserta Diklat Pembentukan PPNS Penegak Perda di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, menegaskan bahwa PPNS adalah pilar utama dalam mewujudkan pemerintahan yang adil, transparan, dan berintegritas.

“PPNS bukan sekadar penegak aturan, tetapi juga agen perubahan yang mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Bobby Maulana.

Menyadari tantangan yang semakin kompleks, Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi PPNS. Diklat yang diikuti oleh para peserta diharapkan mampu membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tugas di lapangan.

“Kami ingin PPNS memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dan adil,” kata Bobby Maulana.

Bobby Maulana juga menekankan pentingnya sinergi antara PPNS dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan masyarakat. Dukungan dari semua elemen masyarakat akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penegakan perda.

“Penegakan perda bukan hanya tugas PPNS, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan Kota Sukabumi yang lebih tertib dan sejahtera,” ajaknya.

Bobby Maulana berharap para peserta Diklat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan diri dan menjadi PPNS yang lebih profesional dan berintegritas.

“Jadilah penegak hukum yang adil dan bijaksana, yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” pesannya.

Kunjungan studi kerja ini menjadi momentum penting bagi para peserta Diklat untuk belajar dan berdiskusi langsung dengan PPNS Kota Sukabumi. Diharapkan, pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menjalankan tugas di kemudian hari.(*)

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ditinggal Suami ke Sawah, Rumah Lansia di Sagaranten Ludes Terbakar, Uang Tunai hingga 1 Ton Padi Hangus

9 Mei 2026 - 18:37 WIB

Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sagaranten tampak dari belakang tengah menyemprotkan air ke puing-puing bangunan rumah panggung yang ludes terbakar di Desa Margaluyu, Sagaranten, Sukabumi. Asap tebal masih membumbung dari sisa-sisa kayu yang hangus di antara tumpukan puing, termasuk harta benda milik korban yang ikut hangus dilalap api.

Fakta Baru Tragedi Karyawan Minimarket di Kalibunder: Beban Biaya Pernikahan Diduga Jadi Pemicu

9 Mei 2026 - 09:51 WIB

Petugas gabungan dari Polsek, P2BK Kabupaten Sukabumi, dan tim medis melakukan pemeriksaan di pintu masuk Toko Alfamart Kalibunder, Jumat (8/5/2026) pagi. Suasana di lokasi saat tubuh seorang pria, yang diidentifikasi sebagai karyawan minimarket tersebut, ditemukan tewas tergeletak. Tampak petugas sedang melakukan proses evakuasi jenazah.

Pemkab Sukabumi dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi, Targetkan Optimalisasi Cakupan Kesehatan Semesta 2026

8 Mei 2026 - 16:22 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memberikan arahan dalam rapat strategi penguatan dan reaktivasi kepesertaan UHC di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Jumat (8/5/2026).

Bongkar Struk Viral: Harga Asli Pertalite Tembus Rp16 Ribu, Mengapa Pertamax Bisa Lebih Murah?

8 Mei 2026 - 09:42 WIB

Bukti transaksi pembelian Pertalite yang viral di media sosial mengungkap nilai keekonomian asli BBM bersubsidi tersebut, yakni Rp 16.088 per liter. Pakar menyebut anomali harga ini berkaitan dengan strategi bisnis agar masyarakat beralih ke Pertamax.

Mayoritas Perusahaan Menara Telekomunikasi Mangkir dari Undangan DPRD Sukabumi, Izin dan Potensi PAD Jadi Sorotan

8 Mei 2026 - 09:15 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita. Pihaknya menyoroti tajam ketidakhadiran mayoritas perusahaan penyedia menara telekomunikasi dalam rapat koordinasi terkait legalitas perizinan dan optimalisasi PAD di Kabupaten Sukabumi.

Dukung Penuh Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Ketua DPRD Harapkan Generasi Muda Sukabumi Berakhlakul Karimah

8 Mei 2026 - 09:07 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP. (tengah kiri, berkemeja putih dengan tangan terkatup), saat menyampaikan pernyataan resmi mendukung penyelenggaraan Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia.
Trending di Sukabumi