Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 24 Jul 2025 13:39 WIB

Revolusi Pengelolaan Sampah di Sukabumi: TPST RDF Cimenteng Siap Diresmikan, Bakal Jadi Percontohan Nasional


					Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), memberikan arahan dalam rapat finalisasi peresmian TPST RDF Cimenteng di kantornya, Kamis (24/7/2025). Persiapan matang dilakukan untuk menyambut sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri LHK, dalam peresmian yang akan menjadi tonggak sejarah pengelolaan sampah nasional. Perbesar

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), memberikan arahan dalam rapat finalisasi peresmian TPST RDF Cimenteng di kantornya, Kamis (24/7/2025). Persiapan matang dilakukan untuk menyambut sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri LHK, dalam peresmian yang akan menjadi tonggak sejarah pengelolaan sampah nasional.

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi tengah menggeber persiapan akhir menjelang peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) berteknologi canggih Refused Derived Fuel (RDF). Proyek strategis yang berlokasi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cimenteng, Kecamatan Cikembar ini, dijadwalkan akan diresmikan pada 30 Juli 2025 dan digadang-gadang sebagai tonggak sejarah baru dalam pengelolaan sampah modern di Indonesia.

Keseriusan ini tercermin dalam rapat pemantapan persiapan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah pada Kamis (24/7/2025). Dalam rapat tersebut, Sekda menekankan pentingnya kesiapan total karena proyek ini akan menjadi sorotan nasional.

“Kita akan menjadi contoh TPA dengan teknologi RDF. Maka dari itu, seluruh persiapan harus benar-benar matang dan rapi, baik dari sisi teknis, infrastruktur, maupun penataan lokasi,” tegas Ade Suryaman.

Proyek ini bukan sekadar solusi lokal, melainkan sebuah model yang akan direplikasi di daerah lain. Teknologi RDF memungkinkan sampah non-organik yang selama ini hanya menumpuk di TPA, diolah menjadi bahan bakar alternatif bernilai tinggi untuk industri. Langkah ini diyakini mampu mengurangi beban TPA secara drastis sekaligus mendukung transisi energi bersih.

Tingginya signifikansi proyek ini terlihat dari daftar tamu VVIP yang dijadwalkan hadir. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dijadwalkan tiba lebih awal pada 29 Juli 2025 untuk melakukan peninjauan. Selain itu, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur, dan Wali Kota Sukabumi juga akan turut menyaksikan peresmian fasilitas monumental tersebut.

“Karena Menteri akan hadir lebih awal, maka kita harus pastikan semua akses, terutama akses masuk ke lokasi, sudah siap dan representatif. Termasuk area parkir kendaraan tamu VVIP serta zona untuk perangkat daerah lainnya harus tertata dengan baik,” ujar Sekda.

TPST RDF Cimenteng dibangun sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks. Dengan mengubah sampah menjadi sumber energi, fasilitas ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya.

Teknologi ini secara efektif mengonversi sampah anorganik seperti plastik dan kertas menjadi bongkahan atau pelet bahan bakar padat yang memiliki kalori setara dengan batu bara muda. Bahan bakar inilah yang nantinya akan diserap oleh industri, seperti pabrik semen, sebagai pengganti bahan bakar fosil.

Sekda Ade Suryaman berharap, peresmian ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah yang mandiri, modern, dan berkelanjutan di Indonesia.

“Proyek ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam mengatasi masalah sampah secara inovatif, sekaligus mendukung target pemerintah pusat dalam pengurangan emisi gas rumah kaca,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

Baca Lainnya

Pemuda Pakidulan Sagaranten Sediakan Kuota Khitanan Massal Gratis untuk 99 Anak di Sagaranten

9 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Gagal Kuasai Kendaraan di Tikungan, Pemotor Maut Usai Tabrak Mobil Sampah di Cikembar Sukabumi

9 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Petugas Gakkum Satlantas Polres Sukabumi sedang membuat tanda kapur di permukaan aspal untuk menandai posisi korban dan titik benturan selama proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan maut di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kampung Ciangsana, Cikembar, Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Tanda lingkaran dengan silang digunakan untuk menandai posisi kepala korban. Di latar belakang, tampak van putih kepolisian dan truk sampah kuning yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Api Belum Padam, 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi Hangus Terbakar

9 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini.

Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare Landa Desa Mekarsakti Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan

9 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Petugas gabungan dan unit Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan alang-alang di Kampung Cikuray, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Selasa (8/8/2026) malam. Api seluas 1,5 hektare berhasil dipadamkan total pukul 20:15 WIB setelah sempat mengancam pemukiman warga.

Diduga Korban Penipuan Tenaga Kerja, 15 Warga Sukabumi Terlantar di Kota Tarakan

9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Sejumlah perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar di Tarakan tampak merapikan barang bawaan mereka di fasilitas shelter Dinas Sosial (DSPM) Kota Tarakan. Aktivitas ini dilakukan sebagai persiapan pemulangan mereka ke daerah asal, Jumat (7/8).

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi

8 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral
Trending di Sukabumi