JENTERANEWS.com – Keceriaan menyelimuti senyuman para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) “SAWARGI” saat mereka memanen padi di lahan pertanian mereka di Kampung Kebonkai Rt.03 Rw Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (30/10/2024).
Ibu-ibu yang aktif dalam pertanian ini, tergabung dalam kelompok “SAWARGI”, menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengelola lahan pertanian. Mereka terlibat dalam setiap tahap, mulai dari persiapan lahan, pembenihan, pengolahan, pemupukan, pemeliharaan, hingga panen.
Panen kali ini dipimpin oleh Ketua KWT, Ibu Ade Kilah, yang penuh semangat. Sebanyak 15 anggota, yang terdiri dari anggota PKK desa dan kader posyandu, hadir dengan antusiasme yang tinggi.
Di tengah kesibukannya, Ibu Ade Kilah menjelaskan bahwa KWT SAWARGI dibentuk pada tahun 2023.
“Kelompok ini lahir dari hasil musyawarah yang melibatkan Kepala Desa, BPD, dan LPMD, menandai langkah awal yang ceria bagi para wanita di Desa Girijaya. Dengan semangat kebersamaan, kami bertekad untuk mengelola pertanian dengan lebih baik dan mandiri,” ujarnya.
Pada tahap awal, KWT SAWARGI fokus pada penanaman padi, memanfaatkan keterampilan setiap anggota dalam seluruh proses, mulai dari persiapan lahan hingga panen.
“Aktivitas bertani ini memberikan peluang bagi wanita untuk berkontribusi nyata dalam sektor pertanian dan memperoleh pengalaman berharga,” tambahnya.
Ibu Ade Kilah, yang juga istri dari Kepala Desa Girijaya, menjelaskan bahwa tujuan KWT ini adalah untuk memberdayakan wanita dalam pengelolaan pertanian, khususnya dalam budidaya padi.
“Dengan adanya kelompok ini, diharapkan semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung kemajuan pertanian di Desa Girijaya.”
Dengan berbagai harapan dan semangat, mereka bertekad untuk terus maju demi kesejahteraan bersama. KWT “SAWARGI” menjadi simbol perjuangan dan semangat perempuan tani yang siap menghadapi tantangan.
Mereka membuktikan bahwa dengan kekuatan dan kerjasama, perempuan dapat berperan besar dalam pembangunan desa. Usaha mereka tidak hanya terbatas pada pertanian, tetapi juga dalam membangun kepercayaan diri dan kesetaraan gender di masyarakat sekitar.(*)















