Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 26 Des 2022 10:56 WIB

Satu Anak Tewas Akibat Kebakaran yang Melanda 6 Rumah di Jampangtengah Sukabumi


					Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Senin (26/12/2022). Perbesar

Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Senin (26/12/2022).

JENTERANEWS.com – Enam lokal rumah di Kampung Bojonglopang, RT 025/RW 005, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi terbakar, pada Senin (26/12) pagi. Akibat kebakaran tersebut satu bocah berjenis kelamin perempuan meninggal akibat tidak bisa menyelamatkan diri.

Satu Anak Tewas Akibat Kebakaran yang Melanda 6 Rumah di Jampangtengah Sukabumi

Anak Balita tewas terbakar dalam bencana kebakaran yang menghanguskan 6 rumah di Bojonglopang Jampangtengah Kabupaten Sukabumi.

Kapolsek Jampangtengah, Polres Sukabumi, AKP Usep Nurdin mengatakan, balita yang diketahui berjenis kelamin perempuan ini, ikut terpanggang api. Lantaran, rumah yang ia tinggali terbakar hingga nyaris rata dengan tanah.

“Peristiwa bencana yang menyebabkan kematian pada seorang balita itu, apinya diduga berasal dari arus pendek atau korsleting listrik, ” kata Usep Nurdin. Senin (26/12).

Selain menewaskan seorang balita, kebakaran itu juga melalap enam lokal bangunan rumah semi permanen. Berdasarkan hasil pengecekan petugas di lapangan, dari enam lokal bangunan yang merupakan rumah hunian pasar itu, hanya terdapat empat lokal yang dihuni oleh warga sekitar.

“Informasi dari pengelola pasar, Pak Didin (60). Bahwa, kebakaran itu diduga dari korsleting listrik pada bagian tengah rumah Pak Ujang yang merupakan kakek korban balita yang meninggal itu,” ujarnya.

Saat kebakaran, sambung Usep, seorang balita tersebut tengah tertidur lelap di kamarnya. Api cepat menjalar, lantaran bangunan rumah hunian pasar itu, terbuat dari material yang mudah terbakar. “Api berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan sekitar pukul 07.00 WIB,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, empat rumah hunian pasar yang hangus terbakar itu, ditinggali oleh Ujang (50) yang merupakan kakek korban balita yang ikut terpanggang api, Ato, Opang dan Ece.

“Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, kebakaran itu menyebabkan kerugian materil ditaksir mencapai Rp200 juta,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi

Tragedi di Tikungan Cigadog: Laka Maut Pickup vs Motor di Sagaranten Renggut Nyawa Bocah 6 Tahun

17 Februari 2026 - 16:26 WIB

Suasana di lokasi kejadian pasca-kecelakaan lalu lintas di ruas jalan provinsi Sagaranten - Sukabumi. Terlihat kondisi jalan basah usai hujan saat petugas kepolisian mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP.

Gegerkan Warga Curugkembar, Remaja Putri Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

14 Februari 2026 - 15:32 WIB

Petugas kepolisian dari Polsek Curugkembar tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendokumentasikan lokasi penemuan jenazah remaja putri berinisial F (18) di rumahnya di Kampung Rawa Bungur, Sukabumi, pada Jumat malam (13/2/2026).

RESPON CEPAT: Damkar Kabupaten Sukabumi Berhasil Evakuasi Jasad Lansia di Sungai Cidadap

24 Januari 2026 - 11:12 WIB

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan saat mengevakuasi jenazah Bpk. Cepang (64) menyusuri aliran Sungai Cidadap, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Jumat (23/1/2026).

Diguyur Hujan Deras, Rumah Lansia di Parungkuda Sukabumi Ambruk hingga Tak Layak Huni

23 Januari 2026 - 13:42 WIB

Petugas P2BK Parungkuda melakukan asesmen kerusakan pada rumah milik Ibu Titi (63) di Kampung Palasari, Desa Palasari Hilir, yang ambruk akibat hujan deras pada Jumat (23/1/2026). Struktur bangunan yang lapuk dan tanah yang labil membuat rumah tersebut kini dinyatakan tidak layak huni. (Foto: Dok. P2BK Parungkuda)
Trending di Peristiwa