JENTERANEWS.com – Sebuah rumah tinggal sekaligus warung di Kampung Cibengang RT 002/004, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu dini hari, 16 Agustus 2025. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 100.000.000,-. Di balik padamnya api, tersimpan kisah perjuangan para petugas pemadam kebakaran yang harus menaklukkan medan yang berat untuk mencapai lokasi.
Peristiwa naas ini pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIB. Menurut laporan, pemilik rumah, Bapak Ugan (60), terbangun dari tidurnya karena mendengar suara percikan api yang berasal dari bagian warung. Betapa terkejutnya ia saat mendapati api sudah membesar dan mulai melahap bangunan miliknya.
Laporan kejadian kebakaran ini diterima oleh Pos IX Sektor Sagaranten dari Bapak Idar, Kasi Trantib Kecamatan Sagaranten. Dengan sigap, tim yang dipimpin oleh WADANTON Yusup segera bergerak. Satu unit kendaraan pemadam kebakaran diberangkatkan dari posko pada pukul 01.40 WIB.
Namun, perjalanan menuju lokasi kejadian bukanlah tanpa halangan. Tim harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer melalui jalan yang rusak dan bergelombang. Tantangan tidak berhenti di situ; lokasi rumah yang terbakar ternyata jauh dari jalan raya utama, sehingga tidak dapat diakses langsung oleh mobil pemadam.
“Hambatan utama kami adalah kondisi jalan yang rusak serta lokasi TKK (Tempat Kejadian Kebakaran) yang jauh dari akses jalan besar,” ungkap Yusup dalam laporannya.
Tak kehilangan akal, para petugas menunjukkan dedikasi dan profesionalisme mereka. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim terpaksa menggunakan mesin pompa portabel (alkon) untuk menyemprotkan air ke titik api. Setelah perjuangan tak kenal lelah selama 1 jam 40 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 04.00 WIB.
Seluruh bangunan seluas 45 m² (ukuran 5×9 meter) beserta isinya hangus terbakar. Akibat kejadian ini, keluarga Bapak Ugan yang terdiri dari 4 jiwa, termasuk dua orang dalam kelompok rentan, harus kehilangan tempat tinggal dan sumber pencaharian mereka. Saat ini, mereka mengungsi sementara di kediaman kerabat terdekat.
Upaya penanganan pasca-kebakaran langsung dilakukan secara terpadu. Pihak Tagana Sagaranten berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan asesmen di lokasi. Tim gabungan bersama warga sekitar juga bahu-membahu membersihkan sisa material bangunan yang terbakar.
Berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan mendesak bagi para korban saat ini adalah bahan bangunan untuk mendirikan kembali hunian mereka, serta bantuan sembako dan pakaian layak pakai. Pihak berwenang juga terus menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak aman.(*)















