Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Jun 2025 13:03 WIB

Sikap Defensif Kadis PU Kota Sukabumi: Salahkan Cuaca, Tuduh DPRD Gagal Paham


					Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni, menunjukkan salah satu foto kerusakan jalan di Jalan Pelda Suryanta yang ia unggah ke media sosial. Unggahan ini menjadi dasar kritiknya terhadap kualitas proyek Dinas PUPR yang dinilai amburadul dan menjadi viral di kalangan warga. Perbesar

Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni, menunjukkan salah satu foto kerusakan jalan di Jalan Pelda Suryanta yang ia unggah ke media sosial. Unggahan ini menjadi dasar kritiknya terhadap kualitas proyek Dinas PUPR yang dinilai amburadul dan menjadi viral di kalangan warga.

JENTERANEWS.com – Polemik kualitas perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi memanas. Jawaban Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sonny Hermanto, yang menyebut perbaikan tertunda karena kontraktor sedang naik haji, menuai reaksi keras dari anggota DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni. Politisi PKS itu menilai alasan tersebut tidak profesional dan menuding Dinas PUPR gagal dalam mengelola proyek publik.

“Kami sangat menghormati ibadah siapa pun. Tapi ini kontrak negara, bukan kontrak pribadi. Kalau kontraktornya ke Tanah Suci, apakah kritik harus ikut disucikan?” ujar Inggu dalam tanggapannya, merespons pernyataan Dinas PUPR.

Konflik ini berawal dari sorotan Inggu Sudeni terhadap kualitas proyek jalan yang baru seumur jagung namun sudah kembali rusak. Ruas jalan seperti Jalan Kelenteng, Jalan Pelda Suryanta Nanggeleng, Jalan Pramuka, dan Cipanas 1 Gedong Panjang menjadi bukti nyata buruknya kualitas pengerjaan. “Jalan Pelda Suryanta baru seminggu diperbaiki tapi sudah rusak lagi. Ini jelas ada yang tidak beres,” tegas Inggu sebelumnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas PUPR Sonny Hermanto menyatakan bahwa proyek-proyek tersebut masih dalam masa tanggung jawab kontraktor dan belum dibayarkan, sehingga dipastikan tidak ada kerugian negara. Namun, dalih inilah yang justru memicu perdebatan lebih dalam.

Inggu Sudeni membantah keras logika tersebut. Belum Dibayar, Jadi Boleh Rusak?” tanyanya secara retoris. Menurutnya, kerusakan yang terjadi sebelum serah terima justru membuktikan sistem pengawasan selama pengerjaan “amburadul”.

“Uangnya memang belum cair, tapi kerusakan sudah terjadi dan warga tetap dirugikan. Apa rakyat harus tunggu anggaran cair dulu untuk boleh marah?” cetusnya.

Alasan penundaan pemeliharaan karena kontraktor sedang menunaikan ibadah haji menjadi puncak kritik Inggu. Ia mempertanyakan profesionalisme manajemen proyek yang sangat bergantung pada satu individu.

“Masa kerja berhenti karena satu orang? Di mana backup? Di mana sistem kerja profesionalnya? Ini menunjukkan proyek dikelola tanpa manajemen risiko. Rakyat disuruh sabar menunggu kontraktor pulang dari haji. Ini proyek publik, bukan proyek keluarga,” tegasnya.

Sebelumnya, Sonny juga mengakui adanya kekeliruan teknis di lapangan, di mana kontraktor kurang memperhatikan kondisi cuaca. Namun, alasan ini pun tak luput dari sindiran Inggu.

“Salah cuaca atau salah nalar? Bukankah kita punya BMKG dan SOP untuk musim hujan? Jalan bukan kue basah yang tidak boleh dibuat dalam kondisi lembab,” sindirnya.

Yang lebih disayangkan Inggu adalah sikap Dinas PUPR yang menyebut kritik DPRD sebagai “dugaan” dan “kegagalan paham”. Menurutnya, respons defensif tersebut adalah bukti ketidaksiapan untuk transparan.

“Saat anggota DPRD bicara keras soal kualitas jalan, langsung dituding gagal paham? Justru yang paham lapangan adalah warga, dan yang menyerap aspirasi adalah legislatif. Kalau kritik dianggap gagal paham, lantas siapa yang layak bicara?” tandasnya.

Di tengah polemik ini, Inggu Sudeni telah mendesak Inspektorat Kota Sukabumi untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek tersebut untuk memastikan kesesuaian antara pekerjaan dan kontrak.

Sementara itu, Sonny Hermanto berjanji bahwa perbaikan akan tetap dilakukan. Ia menyebutkan bahwa perbaikan di Jalan Kelenteng seluas 1.400 meter persegi sudah mulai dikerjakan kembali oleh kontraktor.

Namun, nasi telah menjadi bubur. Jawaban Dinas PUPR telah membuka kotak pandora perdebatan yang lebih besar tentang akuntabilitas, profesionalisme, dan cara pejabat publik merespons kritik. Seperti yang disimpulkan oleh Inggu, “Yang rusak bukan cuma jalannya, tapi cara menjawabnya.” Publik kini menanti, apakah perbaikan jalan akan secepat perbaikan komunikasi antara eksekutif dan legislatif.(*)


Reporter: Awang
Redaktur pelaksana: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Baca Lainnya

Pemkab Sukabumi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Syarat Utama

21 September 2026 - 20:18 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, memberikan penjelasan terkait persiapan perpanjangan perjanjian kerja bagi PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Sukabumi. Ganjar menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja akan menjadi syarat utama dalam penentuan keberlanjutan masa kontrak para pegawai.

Sekda Sukabumi Terima Tim Terpadu PPTPKH Jabar, Siap Dampingi Penelitian Lapangan Lahan Hutan

21 September 2026 - 16:28 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memberikan sambutan dan penjelasan dalam penerimaan Tim Terpadu PPTPKH Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Ade menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk memberikan pendampingan penuh selama proses verifikasi lapangan guna memastikan kepastian status lahan bagi masyarakat.

Upaya Wujudkan Birokrasi Bebas Narkoba, Disdik Sukabumi Gandeng BNN Gelar Tes Urine

21 September 2026 - 16:21 WIB

Petugas BNN Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memeriksa sampel tes urine pegawai saat kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di Cikembar, Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Polsek Kalapanunggal Intensifkan Pencarian Pelajar SMA yang Dilaporkan Hilang

21 September 2026 - 15:48 WIB

Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah Saepul Rohman (kanan), saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman orang tua Riana Pratiwi di Kampung Kadudampit, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Diduga Terlindas Truk Tabrak Lari di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Pemotor Alami Luka pada Kaki

21 September 2026 - 14:57 WIB

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota menandai lokasi terjadinya kecelakaan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Senin (21/9/2026). Peristiwa tersebut melibatkan sebuah sepeda motor dan truk tak dikenal yang melarikan diri usai insiden.

Disdik Kabupaten Sukabumi Perkuat Pembinaan PAUD dan Akurasi Dapodik di Wilayah Dapil VI

21 September 2026 - 08:34 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena bersama jajaran pejabat Disdik, penilik, pengawas, serta pengelola lembaga PAUD dan PNF se-Dapil VI berfoto bersama pada Rapat Koordinasi Pembinaan di kawasan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu (20/9/2026).
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca