Menu

Mode Gelap

Hukum · 18 Mar 2025 09:00 WIB

Sindikat Pemalsuan STNK Digerebek di Sukabumi, Pelaku Klaim Dilindungi Entitas Misterius


					Empat tersangka sindikat pemalsuan STNK saat diamankan oleh petugas kepolisian di Sukabumi, Jawa Barat. Perbesar

Empat tersangka sindikat pemalsuan STNK saat diamankan oleh petugas kepolisian di Sukabumi, Jawa Barat.

JENTERANEWS.com – Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur baru saja mengungkap jaringan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang beroperasi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Penggerebekan ini mengungkap fakta mengejutkan, di mana salah satu pelaku mengaku mendapat perlindungan dari sebuah organisasi yang tidak dikenal luas.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam terhadap laporan masyarakat mengenai peredaran STNK palsu. Lokasi penggerebekan adalah sebuah rumah yang diduga kuat menjadi pusat produksi dokumen palsu tersebut. Di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas pemalsuan yang terorganisir, antara lain:

  • Perangkat komputer dan printer yang digunakan untuk mencetak dokumen palsu.
  • Mesin laminasi untuk memberikan tampilan otentik pada STNK palsu.
  • Alat-alat untuk mencetak nomor kendaraan.
  • Cap palsu yang menyerupai lambang kepolisian.
  • Berbagai contoh STNK dan dokumen palsu lainnya.
  • Dokumen-dokumen pendukung yang juga dipalsukan.
  • Sembilan kendaraan roda empat yang diduga menggunakan STNK palsu, kemungkinan besar hasil dari transaksi ilegal.

Dalam operasi ini, empat orang berhasil diamankan, yang diduga merupakan anggota inti dari sindikat ini. Salah satu pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial H, membuat pernyataan mengejutkan. Ia mengklaim bahwa dirinya adalah bagian dari sebuah organisasi yang menyebut diri mereka sebagai “Majelis Agung Sunda Archipelago”, dan merasa dilindungi oleh organisasi tersebut.

“Kami sedang mendalami klaim dari salah satu tersangka ini. Pengakuan ini akan menjadi bagian dari investigasi kami untuk mengungkap jaringan yang mungkin lebih luas,” ungkap seorang petugas kepolisian yang terlibat dalam operasi tersebut.

Keempat tersangka saat ini telah ditahan dan dijerat dengan pasal pemalsuan dokumen. Polisi terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap motif di balik aktivitas ilegal ini, serta mencari kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengurus dokumen kendaraan. Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan jalur resmi dan menghindari tawaran pembuatan dokumen dengan cara yang mencurigakan.(*)

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Gagal Menyalip di Tikungan Kiaradua, Seorang Mahasiswa Tewas Menabrak Pikap L300

11 Juli 2026 - 13:21 WIB

Suasana penanganan pascakecelakaan lalu lintas maut di Jalan Raya Pal 3 - Kiaradua, tepatnya di perkebunan PT. Surangga, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026).

Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi

11 Juli 2026 - 11:02 WIB

Petugas polisi dibantu seorang warga melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut di Jalan Raya Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jumat (10/7/2026), di mana seorang pengendara motor tewas usai menabrak bagian belakang truk yang sedang parkir di bahu jalan.

Persiapkan Jambore Nasional, Wakil Bupati Sukabumi Tekankan Pentingnya Kedisiplinan dan Ketangkasan Pramuka

11 Juli 2026 - 10:39 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas memberikan arahan dan motivasi kepada puluhan anggota Pramuka Kwarcab Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan Training Center II persiapan Jambore Nasional di Pondok Modern Assalam Putri, Warungkiara, Jumat (10/7/2026).

Upayakan Pemulangan PMI Sakit di Arab Saudi, Disnaker Kota Sukabumi Telusuri Indikasi Keberangkatan Non-Prosedural

11 Juli 2026 - 09:42 WIB

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, saat memberikan keterangan usai menyambangi kediaman keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Evi Mentari di Sukabumi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan berkoordinasi terkait upaya pemulangan Evi yang kini tengah sakit dan menjalani perawatan medis di Arab Saudi.

Pilu Pekerja Migran Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Suami Mohon Bantuan Pemerintah

11 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Evi Mentari (37), saat terbaring koma di salah satu rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Evi didiagnosis mengidap tumor otak dan kini pihak keluarga tengah mengupayakan proses pemulangannya ke Tanah Air. (Foto: Istimewa)

Imbas Kasus Hukum, Ratusan Eks Karyawan Tambang di Sukabumi Tuntut Gaji yang Belum Dibayar

11 Juli 2026 - 08:38 WIB

Trending di Sukabumi