Menu

Mode Gelap

Hukum · 5 Mar 2025 14:15 WIB

Sukabumi Giatkan Pencegahan Korupsi, Bupati Ajak Jajaran Patuhi Aturan


					Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, mengikuti peluncuran indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) MCP KPK Tahun 2025 secara daring dari Pendopo Sukabumi, Rabu (5/3/2025). Perbesar

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, mengikuti peluncuran indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) MCP KPK Tahun 2025 secara daring dari Pendopo Sukabumi, Rabu (5/3/2025).

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mencegah korupsi dengan mengikuti peluncuran indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tahun 2025. Acara yang digelar secara daring ini diikuti oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, beserta jajaran pejabat daerah terkait dari Pendopo Sukabumi.

Dalam sambutannya, Pimpinan KPK, Setyo Budianto, menekankan pentingnya upaya pencegahan korupsi sebagai langkah utama, bukan hanya penegakan hukum. Ia menjelaskan bahwa IPKD MCP 2025 mencakup delapan area pencegahan korupsi daerah, yang terbagi menjadi 16 sasaran dan 111 indikator. “Kita harus fokus pada upaya pencegahan dari hulu ke hilir, bukan hanya mengejar skor,” tegasnya.

Setyo Budianto juga mengajak seluruh kepala daerah untuk menjadikan MCP sebagai alat monitoring dan kontrol yang efektif. “Mari kita tingkatkan dan berdayakan MCP agar setiap tahunnya semakin baik,” ajaknya.

Senada dengan hal tersebut, Irjen Kemendagri, Sang Made Mahendra Jaya, mengingatkan agar implementasi MCP tidak hanya sebatas pemenuhan skor. “Jangan sampai skor MCP tinggi, tetapi kenyataannya berbeda di lapangan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang bersih dari korupsi.

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan berupaya maksimal dalam mencegah korupsi demi mewujudkan visi daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah. “Kita akan maksimalkan kinerja yang efektif dan efisien untuk mencegah terjadinya korupsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan selalu berpedoman pada aturan yang berlaku. “Intinya, setiap kebijakan yang kita buat akan disesuaikan dan berpegang teguh terhadap aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Peluncuran IPKD MCP 2025 ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dengan komitmen yang kuat dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan Kabupaten Sukabumi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan korupsi.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca