Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 5 Mar 2026 22:01 WIB

Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Bantargadung: Kapolres Sukabumi Salurkan Bantuan dan Kaji Opsi Relokasi


					Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. (tengah, dengan selempang kuning) bersama jajaran Pejabat Utama Polres Sukabumi secara simbolis memasang garis polisi (police line) di salah satu titik pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/3/2026). Perbesar

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. (tengah, dengan selempang kuning) bersama jajaran Pejabat Utama Polres Sukabumi secara simbolis memasang garis polisi (police line) di salah satu titik pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/3/2026).

JENTERANEWS.com — Bencana alam pergerakan tanah yang melanda kawasan Bantargadung sejak akhir Februari lalu terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran penanganan darurat, Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung meninjau titik lokasi bencana di Kampung Cijambe RT 05 RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, pada Kamis (5/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres turut didampingi oleh Wakapolres Sukabumi, Kompol Agus Susanto, S.H., M.M., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sukabumi. Kunjungan ini berfokus pada evaluasi tingkat kerusakan infrastruktur, penerapan langkah pengamanan area, serta distribusi bantuan logistik bagi para penyintas.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, fenomena pergeseran tanah ini telah mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari tingkat ringan hingga rusak berat, serta mengancam bangunan di sekitarnya.

“Di sini terjadi bencana tanah bergerak yang berdampak pada ratusan warga. Karena itu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di lokasi rawan untuk segera mengungsi demi keselamatan jiwa,” ujar AKBP Samian saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Mengingat pergerakan tanah yang masih berlangsung, pihak kepolisian mengambil langkah tegas untuk mengamankan area zona merah. Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan pemerintah daerah setempat untuk menyiagakan titik-titik pengungsian.

Langkah-langkah pengamanan darurat yang telah dilakukan meliputi:

  • Pemasangan Garis Polisi (Police Line): Memblokir akses ke area dan bangunan yang telah rusak berat atau berisiko tinggi ambruk.

  • Pembatasan Akses Warga: Mengimbau warga yang ingin menengok harta benda di rumah masing-masing agar hanya melakukannya pada siang hari, serta melarang keras pendekatan ke bangunan yang rawan runtuh.

“Saat ini pergerakan tanah masih terjadi. Garis polisi dipasang untuk memastikan area yang terancam tidak didekati masyarakat, karena sangat rawan jika ada warga yang mendekat ke lokasi tersebut,” tegas Samian.

Setelah meninjau lokasi terdampak, rombongan Polres Sukabumi bertolak menuju posko pengungsian utama yang dipusatkan di halaman SDN 1 Bantargadung. Kehadiran pihak kepolisian tidak hanya untuk mengecek kondisi kesehatan dan psikologis warga, tetapi juga untuk mendistribusikan bantuan sosial.

Bantuan logistik yang disalurkan bagi para pengungsi, yang sebagian juga merupakan titipan dari Kapolda Jawa Barat, mencakup:

  • Beras dan bahan makanan pokok

  • Mi instan

  • Minyak goreng

  • Telur ayam

  • Suplemen dan vitamin

“Harapannya, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan harian masyarakat yang saat ini terpaksa harus menetap di pengungsian,” ungkap Kapolres.

Lebih jauh, AKBP Samian menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh hanya berhenti pada fase tanggap darurat. Ke depan, diperlukan sinergi lintas instansi untuk memikirkan keselamatan jangka panjang para korban.

“Yang perlu dipikirkan ke depan oleh pemerintah dan pihak terkait adalah bagaimana para penyintas ini bisa mendapatkan lahan relokasi. Mengingat kondisi tanah yang sudah bergerak, tentunya kawasan ini menjadi sangat rawan untuk dihuni kembali,” pungkasnya.(*)


Kor : Mardi

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi