JENTERANEWS.com – Aksi saling tantang di media sosial kembali memakan korban. Seorang pelajar berinisial MN (16), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, harus berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban tawuran brutal pada Senin, 7 Juli 2025. Korban menderita luka bacok yang sangat serius di bagian kepala, tangan, dan punggung.
Menurut keterangan MA, salah seorang rekan korban, insiden berdarah ini bermula dari percikan konflik di dunia maya. “Diduga awalnya saling tantang di medsos,” ungkapnya saat ditemui.
Tantangan tersebut kemudian berlanjut ke dunia nyata. MN bersama teman-temannya sepakat untuk bertemu dengan kelompok lawan di lokasi yang telah dijanjikan, yakni di Kampung Cekdam, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Nahas, setibanya di lokasi, perkelahian tak seimbang pun pecah. MN menjadi sasaran amukan brutal dari kelompok lawan dan tak mampu membela diri. Sementara itu, tiga orang rekannya yang panik berhasil melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari serangan tersebut.
Setelah memastikan kelompok lawan telah meninggalkan lokasi, para rekan korban memberanikan diri kembali. Mereka menemukan pemandangan yang mengerikan: MN sudah tergeletak tak berdaya di tanah, bersimbah darah dengan luka menganga di sekujur tubuhnya.
Tanpa pikir panjang, mereka segera membawa MN ke RSUD Sagaranten untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, akibat luka yang sangat parah dan kondisinya yang kritis, tim medis RSUD Sagaranten memutuskan untuk merujuk MN ke RSUD R. Syamsudin, SH. (Bunut) di Kota Sukabumi yang memiliki fasilitas lebih lengkap untuk penanganan intensif.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Sagaranten, Polres Sukabumi, langsung bergerak cepat menangani kasus ini. Anggota Polsek Sagaranten, Bripka Indra Permana, yang ditemui di RSUD Sagaranten, membenarkan bahwa MN adalah korban tawuran.
“Benar, korban adalah korban tawuran. Namun, kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap serta mengidentifikasi para pelaku,” ujar Bripka Indra.
Hingga berita ini diturunkan, MN dalam perjalanan menuju RSUD R. Syamsudin, SH., sementara pihak kepolisian terus memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan keji tersebut. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pahit tentang bahaya tren tawuran remaja yang kerap dipicu oleh hal sepele di media sosial.(*)
[Hamjah]















