Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 17 Mar 2025 10:34 WIB

Tawuran Perang Bambu Gegerkan Cidahu, Remaja Terlibat Diringkus Polisi


					Beberapa remaja yang terlibat aksi tawuran 'perang bambu' di Cidahu, Sukabumi. Pihak kepolisian telah memberikan pembinaan dan peringatan keras kepada para pelaku. (Sumber: Dokumentasi Polsek Cidahu) Perbesar

Beberapa remaja yang terlibat aksi tawuran 'perang bambu' di Cidahu, Sukabumi. Pihak kepolisian telah memberikan pembinaan dan peringatan keras kepada para pelaku. (Sumber: Dokumentasi Polsek Cidahu)

JENTERANEWS.com – Aksi tawuran “perang bambu” antar kelompok remaja mengguncang Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (11/3/2025) dini hari. Bentrokan yang terjadi di depan sebuah pabrik minuman energi dan kesehatan ini terekam kamera dan viral di media sosial, memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat.

Dalam rekaman yang beredar, puluhan remaja terlihat saling serang dengan bambu panjang, menciptakan pemandangan yang mencekam. Aksi brutal ini berakhir setelah para pelaku membubarkan diri, meninggalkan kekhawatiran di benak warga sekitar.

Polisi bergerak cepat merespons kejadian ini. Kapolsek Cidahu, AKP Endang Slamet, melalui Kanit Reskrim Polsek Cidahu, Aiptu Asep Suhara, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan intensif dan memeriksa sejumlah remaja yang terlibat.

“Tiga orang yang diperiksa, yakni MF (18 tahun), SM (16 tahun), dan AHH (17 tahun), mengakui bahwa tawuran di Jalan Raya Cidahu itu telah direncanakan oleh dua kelompok dari Cidahu dan Mekarsari, Cicurug,” ungkap Asep pada Minggu (16/3/2025).

Hasil penyelidikan polisi berhasil mengidentifikasi sejumlah remaja yang terlibat dalam tawuran, yaitu: ASM (18 tahun) – Pelajar SMK, warga Kecamatan Cicurug, DG (15 tahun) – Pelajar MTS, warga Kecamatan Cidahu, MF (18 tahun) – Pelajar SMA, warga Kecamatan Cidahu, SM (16 tahun) – Pelajar SMK, warga Kecamatan Cidahu, AHH (17 tahun) – Pelajar SMA, warga Kecamatan Cidahu, FI (16 tahun) – Pelajar SMA, warga Kecamatan Cidahu dan AYA (17 tahun) – Pelajar SMA, warga Kecamatan Cidahu

Sebagai langkah penanganan, Polsek Cidahu bersama perangkat desa setempat memberikan pembinaan dan pengarahan kepada para pelaku. Mereka juga diwajibkan membuat surat pernyataan dan video pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kami juga memberikan arahan kepada orang tua agar lebih ketat dalam mendidik dan mengawasi anak-anak mereka supaya kejadian serupa tidak terulang,” tegas Asep.

Kejadian ini bermula ketika sejumlah sepeda motor melintas bolak-balik di lokasi kejadian beberapa kali. Saksi mata, seorang karyawan pabrik berinisial A (30 tahun), mengatakan bahwa sebelum tawuran terjadi, banyak bambu terlihat di sekitar perumahan dekat Jembatan Cicewol.

“Tidak lama kemudian, datang sekelompok remaja dari arah Cicurug menuju Cidahu, kurang lebih 30 orang menggunakan motor,” ungkap A pada Rabu (12/3/2025).

Aksi tawuran ini menjadi sorotan tajam, menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap remaja dan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.

BUMDes Sinarbentang Perluas Jaringan PAM Hingga ke Desa Tetangga

19 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Merespons Kebutuhan Warga, BPBD Sukabumi Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih di Desa Lebaksari

18 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Petugas dari BPBD Kabupaten Sukabumi dan Babinsa TNI-AD bersatu padu mengisi jeriken-jeriken air milik warga yang antre di Desa Lebaksari, Parakansalak, pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi 155 Kepala Keluarga yang terdampak kesulitan pasokan air.

Tragedi Usai Perayaan Kemerdekaan: Dua Pemuda Sukabumi Jadi Korban Pembacokan OTK

18 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Polres Sukabumi Bongkar Sindikat Pengoplos Gas LPG Subsidi, Negara Dirugikan Rp49,7 Miliar

18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.M. (tengah, memegang kertas) didampingi jajaran Satreskrim memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di Mapolres Sukabumi. Di depan meja terlihat barang bukti berupa ratusan tabung gas LPG ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg serta peralatan modifikasi yang digunakan tersangka untuk memindahkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi. Praktik pengoplosan ini diperkirakan merugikan negara mencapai Rp49,7 miliar.

Kebakaran Hebat Melanda 30 Hektare Lahan Jati di Warungkiara Sukabumi, Proses Pemadaman Terkendala Medan

18 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Sejumlah petugas dari tim penanggulangan bencana gabungan memantau sisa-sisa kebakaran di area bukit perkebunan jati, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi. Seperti yang terlihat pada fail IMG-20260818-WA0081.jpg, akses jalan tanah yang sempit serta medan perbukitan menjadi salah satu kendala utama bagi armada dan petugas dalam memadamkan api secara menyeluruh.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca