Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 10 Agu 2026 16:07 WIB

Terindikasi Judi Online, 548 Penerima Bansos PKH BPNT di Curugkembar Gagal Cair pada Tahap 3


					Terindikasi Judi Online, 548 Penerima Bansos PKH BPNT di Curugkembar Gagal Cair pada Tahap 3 Perbesar

JENTERANEWS.com — Sebanyak 548 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT di Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, mendapati dana bantuan tahap 3 milik mereka tidak mencair atau dalam kondisi kosong. Hal tersebut terjadi setelah sistem pengawasan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mendeteksi adanya indikasi keterlibatan para penerima dalam aktivitas judi online (judol).

.

Pendamping PKH Kecamatan Curugkembar, Suherlan, menjelaskan bahwa Kemensos saat ini menerapkan mekanisme penyaringan data penerima bansos secara ketat dan terintegrasi secara digital. Sistem tersebut secara otomatis akan menandai rekening atau akun penerima yang terdeteksi melakukan transaksi ke platform perjudian digital.
.
“Sebagai informasi, terkait bansos tahap 3 banyak yang kosong atau gagal cair karena terindikasi judi online. Kemensos sekarang sedang ketat menyaring data penerima bansos. Ketika ada transaksi yang terdeteksi terhubung ke situs judi online—baik melalui rekening bank maupun e-wallet seperti DANA—sistem akan langsung menandai akun tersebut,” ujar Suherlan di Curugkembar.
.
Suherlan menambahkan, berdasarkan hasil rekapitulasi data di tingkat kecamatan, jumlah KPM yang akunnya ditandai akibat indikasi judi online mencapai ratusan orang. “Di Kecamatan Curugkembar sendiri, penerima bansos yang terindikasi judi online ada 548 penerima,” ungkapnya.
.
Pengetatan sistem ini merupakan bagian dari langkah tegas Kemensos RI dalam mengawal penyaluran bansos agar tepat sasaran. Langkah tersebut sejalan dengan kampanye nasional berskala masif yang diluncurkan Kemensos bertajuk “STOP JUDOL! Judi Online Merusak Diri, Keluarga, dan Masa Depan”.

Kemensos menegaskan bahwa dana bantuan pemerintah ditujukan khusus untuk membantu masyarakat prasejahtera memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, bukan untuk dialokasikan pada kegiatan ilegal yang merugikan.
Dalam materi edukasi resminya, Kemensos menyoroti lima dampak negatif utama judi online yang berpotensi menghancurkan tatanan keluarga:
  1. Kerugian Finansial: Menguras anggaran rumah tangga tanpa memberikan hasil nyata (uang habis tanpa hasil).
  2. Gangguan Kesehatan Mental: Memicu tingkat stres tinggi, kecemasan, hingga gangguan jiwa.
  3. Keretakan Hubungan: Merusak keharmonisan rumah tangga dan menghancurkan kepercayaan antaranggota keluarga.
  4. Ancaman Hukum: Berisiko menghadapi sanksi pidana penjara dan denda sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  5. Kerugian bagi Masa Depan Anak: Mengorbankan hak-hak dasar anak serta mengancam keberlangsungan masa depan keluarga.
.
Untuk memastikan manfaat bantuan sosial optimal, Kemensos mengimbau seluruh penerima PKH agar memanfaatkan dana yang diterima secara bijak pada lima prioritas utama, yakni pemenuhan kebutuhan pokok pangan, biaya pendidikan anak, pemeliharaan kesehatan dan gizi keluarga, modal usaha atau pengembangan diri, serta tabungan masa depan.
.
Melalui gerakan sosial bernagtagar Keluarga Sejahtera Tanpa Judol, Kemensos juga mengajak masyarakat untuk turut aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan dana bantuan. Masyarakat dapat mengakses saluran informasi dan pengaduan resmi melalui Command Center Kemensos RI di nomor (021) 171, laman kemensos.go.id, atau akun media sosial resmi @kemensosri.(*)
Editor : Hamjah

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 131 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sudaryono Tegaskan Pengelolaan Program Makan Bergizi Harus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

31 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ketika menyampaikan penjelasan terkait prioritas komoditas dan strategi stabilisasi harga dalam program Makan Bergizi (MBG).

Lima Pejabat Desa Cihamerang Sukabumi Mundur Massal Imbas Polemik Anggaran Pematangan Lahan

31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Kandang Ternak Tak Lagi Aman, Gelombang Pencurian Resahkan Warga Sinarbentang Sukabumi

30 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Jaga Kondusivitas Palabuhanratu, Polres Sukabumi Rangkul Komunitas Angkutan Umum

30 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Suasana penuh keakraban saat Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi merangkul pengemudi angkot di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi masyarakat terkait Kamtibmas.

Longsor Terjang Nyalindung Sukabumi: TPT Halaman Rumah Warga Ambruk, Material Sempat Tutup Jalan Desa

30 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) halaman rumah warga yang ambruk di Kampung Cikupa, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/10/2026). Material longsoran sempat menutup akses jalan desa sebelum akhirnya dibersihkan melalui kerja bakti oleh warga bersama unsur gabungan.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Gudang Miras Oplosan di Citamiang, Ratusan Botol dan 75 Liter Cairan Diamankan

30 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Barang bukti berupa 198 botol minuman beralkohol berbagai merek, 83 botol miras oplosan, dan 75 liter miras oplosan dalam galon yang berhasil disita Satnarkoba Polres Sukabumi Kota dari tangan pelaku berinisial H di kawasan Jalan Otista, Citamiang.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca