Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 30 Mei 2026 13:10 WIB

Tinjau Pasar Cisaat Sukabumi, Perum BULOG Pastikan Stabilitas Harga Pangan Pasca-Iduladha


					Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (mengenakan topi dan rompi) saat berdialog dengan pedagang dan mengecek langsung kualitas komoditas pangan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026). Perbesar

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (mengenakan topi dan rompi) saat berdialog dengan pedagang dan mengecek langsung kualitas komoditas pangan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

JENTERANEWS.com — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpantau stabil pasca-perayaan Hari Raya Iduladha. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, usai memimpin inspeksi dan pemantauan langsung di lokasi pada Sabtu (30/5/2026).

Berdasarkan hasil pantauan lapangan, mayoritas harga komoditas pangan esensial berada pada level yang aman. Harga daging sapi tercatat berada di kisaran Rp150.000 per kilogram, sementara telur ayam dibanderol sekitar Rp28.000 per kilogram. Pasokan beras dan minyak goreng juga dipastikan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, harga-harga relatif stabil. Daging ayam, daging sapi, dan telur, semuanya masih terkendali,” ujar Rizal kepada awak media.

Kendati stabilitas mendominasi, pihak BULOG mencatat adanya anomali harga pada komoditas cabai rawit merah yang melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp100.000 per kilogram. Komoditas ini menjadi sorotan utama karena disparitas harganya yang cukup jauh dibandingkan bahan pangan lain.

Menanggapi hal tersebut, Rizal menegaskan bahwa BULOG akan segera menelusuri rantai pasok dan distribusi komoditas ini guna mengidentifikasi akar penyebab lonjakan harga.

“Yang agak mahal saat ini adalah cabai rawit merah, sementara cabai merah keriting relatif aman. Ini yang akan kami cek lebih lanjut, mengapa harganya bisa naik signifikan hingga Rp100.000 per kilogram, untuk memastikan tidak ada gangguan di tingkat distribusi,” tegasnya.

Selain memantau harga komoditas pasar, BULOG juga mengevaluasi ketersediaan produk program pemerintah, yakni beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita. Berdasarkan hasil dialog langsung dengan para pedagang dan masyarakat, penyaluran kedua komoditas krusial tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Guna meningkatkan pelindungan dan transparansi bagi konsumen, Rizal turut mendorong pengelola Pasar Cisaat untuk memasang papan informasi Harga Eceran Tertinggi (HET) di area pintu masuk utama pasar. Langkah ini dinilai efektif untuk memberikan acuan harga yang jelas kepada masyarakat.

“Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sudah banyak pasar yang memasang informasi HET—mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga daging. Saya berharap Pasar Cisaat bisa mengadopsi langkah serupa dan menjadi contoh yang baik di Jawa Barat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rizal juga menyoroti keterbatasan alokasi distribusi Minyakita yang dikelola oleh BULOG. Saat ini, BULOG baru memegang kewenangan sekitar 35 persen dari total kuota Domestic Market Obligation (DMO) nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan.

Untuk mengoptimalkan pemerataan, BULOG secara resmi mengusulkan peningkatan porsi kewenangan distribusi menjadi 65 persen. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penyaluran Minyakita ke berbagai pasar rakyat di seluruh Indonesia.

“Mekanisme Minyakita ini berbeda dengan beras SPHP. SPHP dikelola langsung oleh BULOG dari hulu ke hilir sehingga stoknya mutlak aman. Sedangkan Minyakita, barangnya berasal dari produsen swasta dan BULOG hanya ditugaskan sebagai penyalur,” jelas Rizal.

Mengakhiri kunjungannya, Rizal kembali menjamin bahwa cadangan beras SPHP yang dikuasai oleh negara saat ini berada dalam kondisi prima. “Kalau SPHP aman sekali, tidak ada masalah. Stok tersedia dan siap disalurkan kapan pun untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Asri Mulyawati Gelar Reses di Jampangtengah

6 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar, Asri Mulyawati, S.Pd. (tengah, berkerudung putih), saat memimpin jalannya dialog interaktif dalam kegiatan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Kecamatan Jampangtengah, Jumat (5/6/2026).

Serap Aspirasi Warga Ciemas, Anggota DPRD Sukabumi Andri Hidayana Gelar Reses dan Santuni Anak Yatim

6 Juni 2026 - 20:34 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PPP, Andri Hidayana (memegang mikrofon), saat memberikan sambutan di hadapan warga yang hadir dalam acara Reses Kedua Tahun Anggaran 2026 di kediamannya, Kampung Ciloa, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan lanjut usia (jompo), di mana sejumlah anak-anak yatim yang hadir tampak memegang bingkisan santunan. (FOTO: Istimewa)

Antisipasi Teror Geng Motor, Polsek Citamiang Gelar Patroli Skala Besar di Jam Rawan

6 Juni 2026 - 20:24 WIB

Kapolsek Citamiang Iptu Riki Saputra (berseragam di tengah) terlihat sedang berinteraksi dan berdialog langsung dengan warga di sebuah pos selama pelaksanaan patroli preventif dini hari untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan memberikan imbauan keamanan.

Hadapi Darurat Sampah, Pemkab Sukabumi Gaungkan “Keadilan Iklim” Lewat Aksi Masif

6 Juni 2026 - 13:50 WIB

Potret petugas dan warga melakukan korve (kerja bakti) massal serentak untuk membersihkan median jalan dan mengumpulkan sampah ke dalam karung di area Cisaat, Sukabumi, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (6/6/2026). Aksi nyata pembersihan di lapangan ini menjadi langkah taktis Pemkab Sukabumi untuk mengatasi darurat sampah dan memperluas ruang terbuka hijau, menindaklanjuti seruan Kepala DLH Nunung Nurhayati. (

Hari Lingkungan Hidup 2026: Disperkim Sukabumi Pacu Transformasi ‘Green Settlement’ Hadapi Krisis Iklim

6 Juni 2026 - 13:41 WIB

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, dalam poster peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Disperkim berkomitmen mendorong transformasi pembangunan perumahan berbasis keberlanjutan lingkungan (green settlement) guna menghadapi dampak nyata perubahan iklim di daerah.

Gelar Reses di Kebonpedes, Anggota DPRD Sukabumi Uden Abdunnafsir Tampung Keluhan Infrastruktur hingga Persoalan Hukum

6 Juni 2026 - 13:27 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Uden Abdunnafsir, saat menyampaikan pemaparan dalam Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Pondok Pesantren Nurul Inayah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi