JENTERANEWS.com – Suasana duka mendalam menyelimuti warga Kecamatan Agrabinta, Cianjur, setelah sebuah kecelakaan tunggal yang tragis merenggut nyawa Kepala Desa Mekarsari, Teguh Peryata, beserta istrinya, Lia Patmawati, dan putra mereka yang baru berusia tiga tahun, Ziozian Perdita.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu di Jalan Raya Sindangbarang-Naringgul. Mobil Toyota Rush putih yang mereka tumpangi lepas kendali dan menabrak sebatang pohon besar di tepi jalan. Satu penumpang lainnya, Alsip Wijaya, dilaporkan mengalami luka berat dan kini dalam perawatan intensif.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, menyatakan bahwa dugaan awal pemicu kecelakaan maut ini adalah karena pengemudi mengantuk.
“Dugaan sementara, kecelakaan tunggal ini disebabkan karena pengemudi mengantuk hingga hilang kendali,” ujar AKP Dadang Rustandi di Cianjur, Minggu.
Kecelakaan tragis yang menimpa satu keluarga ini berawal ketika mobil Toyota Rush bernomor polisi F 1577 WZ melaju dari arah Sindangbarang dengan tujuan Agrabinta. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Lia Patmawati.
Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di wilayah Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, mobil tersebut secara tiba-tiba oleng dan hilang kendali. Nahas, laju kendaraan yang tak terkendali itu baru terhenti setelah menabrak keras sebatang pohon besar yang berada di sisi jalan.
Benturan hebat tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan mobil. Teguh Peryata dan istrinya, Lia, meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Sementara putra mereka, Ziozian (3), sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun nyawanya tidak tertolong.
“Untuk korban luka berat atas nama Alsip Wijaya, setelah mendapat penanganan awal di puskesmas, langsung dirujuk ke RSUD Cianjur karena kondisinya yang kritis,” jelas AKP Dadang.
Pihak Kepolisian Resor Cianjur segera bertindak dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah saksi di lokasi juga telah dimintai keterangan.
“Kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Kepala Desa Mekarsari ini telah kami limpahkan ke Unit Gakum (Penegakan Hukum) Satlantas Polres Cianjur untuk investigasi lebih lanjut,” tambah Dadang.
Jenazah ketiga korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menyikapi insiden memilukan ini, pihak kepolisian kembali mengingatkan seluruh masyarakat, terutama para pengendara yang menempuh perjalanan jauh, untuk selalu waspada dan berhati-hati.
“Kami mengimbau agar selalu mematuhi aturan lalu lintas. Jika merasa lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri. Lebih baik menepi dan beristirahat sejenak demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tutupnya.(*)
Kor : Rendi
Redaktur: Hamjah















