JENTERANEWS.com – Suasana duka
mendalam menyelimuti Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/6/2025) pagi. Seorang anak perempuan berinisial AS harus meregang nyawa secara tragis setelah tertabrak mobil pikap yang dikemudikan oleh kerabatnya sendiri, AT. Ironisnya, insiden memilukan ini terjadi tepat di halaman rumah, saat korban tengah asyik bermain.
Peristiwa nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB, ketika mobil Mitsubishi L300 Pick Up bernomor polisi F 8459 VG yang dikendarai AT hendak memulai perjalanan. Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit, dalam keterangannya mengonfirmasi kronologi kejadian.
“Kecelakaan lalu lintas ini bermula ketika kendaraan Mitsubishi L300 Pick Up No. Pol. F 8459 VG yang dikemudikan oleh AT, yang saat itu membawa muatan pisang, akan berangkat dari rumahnya,” papar Ipda Wangsit.
Menurut Wangsit, dugaan sementara menunjukkan adanya kelalaian dari pihak pengemudi. “Diduga AT tidak melihat kondisi aman di depan maupun kanan dan kiri jalan sebelum menggerakkan kendaraannya,” lanjutnya.
Nahas tak dapat dihindari. Ketika pikap mulai bergerak maju, AS yang sedang bermain di sekitar area tersebut tidak terlihat oleh pengemudi. “Ketika kendaraan sudah mulai melaju (start), ada seorang anak perempuan yang sedang bermain, sehingga kendaraan L300 Pick Up tersebut menabrak AS,” jelas Wangsit merinci detik-detik kejadian.
Akibat benturan keras tersebut, AS mengalami luka fatal. Upaya penyelamatan sempat dilakukan dengan melarikannya ke RSUD Palabuhanratu. “Akibat dari kejadian tersebut, AS meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Palabuhanratu,” tambah Wangsit dengan nada prihatin.
Kabar duka ini turut dibenarkan oleh Kepala Dusun setempat, Endang. Ia mengungkapkan bahwa antara korban dan pengemudi memang terikat tali persaudaraan. Lebih lanjut, Endang menyatakan bahwa pihak keluarga telah menyelesaikan persoalan ini secara internal.
“Benar, kejadian itu. Untuk kronologisnya, semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan, karena memang korban dan sopir itu masih satu keluarga. Sudah dibereskan secara kekeluargaan,” ujar Endang. Ia juga menambahkan bahwa pihak Satlantas telah berkoordinasi dan menerima penyelesaian secara kekeluargaan tersebut.
Meski telah ada kesepakatan damai di antara keluarga, insiden tragis ini menyisakan luka mendalam dan menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama saat berkendara di lingkungan rumah yang kerap menjadi area bermain anak-anak. Pihak kepolisian menerima laporan dari Polsek Simpenan dan telah melakukan penanganan sesuai prosedur.(*)














