Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 5 Jan 2026 21:09 WIB

Tragedi di Pantai Buffalo: Jetski Terbalik Dihantam Ombak, Wisatawan Asal Arab Saudi Meninggal Dunia


					Proses evakuasi manual jetski yang terbalik dihantam ombak dilakukan oleh warga di Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Senin (5/1/2026) sore. Kecelakaan ini melibatkan dua penumpang, satu di antaranya adalah WNA asal Arab Saudi yang kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Perbesar

Proses evakuasi manual jetski yang terbalik dihantam ombak dilakukan oleh warga di Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Senin (5/1/2026) sore. Kecelakaan ini melibatkan dua penumpang, satu di antaranya adalah WNA asal Arab Saudi yang kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

JENTERANEWS.com – Wisata bahari di kawasan Pantai Buffalo, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, berujung duka pada Senin (5/1/2026). Sebuah insiden kecelakaan jetski yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB merenggut nyawa seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal Arab Saudi dan menyebabkan satu warga lokal mengalami luka-luka.

Insiden ini sontak menyita perhatian publik setelah rekaman video amatir yang memperlihatkan proses evakuasi dramatis oleh warga beredar luas di media sosial.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kecelakaan bermula saat jetski yang dikemudikan oleh korban WNA dengan membonceng seorang perempuan WNI, melaju di perairan Pantai Buffalo. Nahas, saat hendak kembali ke tepian, kendaraan air tersebut dihantam ombak besar hingga terbalik.

Musyafa Kausar (24), salah satu saksi di lokasi, menuturkan detik-detik mengerikan tersebut. Menurutnya, benturan keras terjadi antara tubuh korban dengan badan jetski saat terhempas ombak.

“Saat hendak kembali, jetski menghantam ombak cukup besar. Kendaraan terbalik dan melemparkan kedua penumpangnya. Terlemparnya tidak jauh, tapi menghantam jetski. Ada luka di kepala,” ujar Musyafa.

Akibat benturan tersebut, kedua korban sempat terlihat mengapung tidak sadarkan diri di laut, memicu kepanikan pengunjung pantai yang langsung berteriak meminta tolong.

Dedi, sopir rombongan korban, mengonfirmasi identitas majikannya saat ditemui di RSUD Palabuhanratu. Dengan raut wajah terpukul, ia memastikan bahwa korban meninggal dunia adalah WNA asal Arab Saudi.

“Iya, itu warga asing. Dari Arab Saudi,” ungkap Dedi.

Sementara itu, korban perempuan yang selamat namun masih menjalani perawatan medis diketahui merupakan asisten rumah tangga (ART) dari korban WNA tersebut. “Kalau yang perempuannya itu pembantunya,” tambah Dedi.

Tim medis RSUD Palabuhanratu sempat memberikan penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) kepada korban WNA, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.

Insiden maut ini memunculkan sorotan tajam terhadap standar keselamatan dan respons pengelola wahana wisata air di kawasan tersebut. Saksi mata menilai durasi panduan keselamatan (safety briefing) yang diberikan sebelum bermain sangat singkat.

“Dipandu sebentar saja. Setelah itu jetski dibawa ke tengah,” kata Musyafa.

Lebih lanjut, respons pengelola saat kejadian juga dinilai lambat oleh para saksi. Ujang (35), saksi lainnya, menyebutkan bahwa evakuasi awal justru banyak dilakukan oleh pengunjung dan warga sekitar karena kondisi korban yang sangat memprihatinkan.

“Pengelola ada, pakai pelampung juga. Tapi menurut saya responsnya terlambat. Dua-duanya sempat tidak sadarkan diri, makanya langsung dibawa ke rumah sakit,” jelas Ujang.

Menanggapi peristiwa ini, Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, membenarkan adanya kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan asing tersebut. Pihak kepolisian telah menerjunkan personel untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan saksi-saksi.

“Anggota sudah ke lokasi dan masih memintai keterangan dari para saksi,” tegas AKP Dadi singkat.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki penyebab pasti hilangnya kendali pada jetski tersebut. Belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak pengelola wahana terkait insiden ini. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi evaluasi keselamatan wisata bahari di Palabuhanratu demi mencegah terulangnya tragedi serupa.(*)


Laporan: Rudi

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.

Tanpa Basa-Basi! Polsek Purabaya Gerebek Posramil, Danposramil Peltu Kosasih Dibuat Tak Berkutik

9 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Pemkab Sukabumi Perpanjang Kontrak 8.070 PPPK Paruh Waktu, 94 Pegawai Dipastikan Coret

9 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugerah, mengonfirmasi perpanjangan perjanjian kerja bagi 8.070 PPPK paruh waktu, dan 94 orang tidak diperpanjang karena berbagai alasan obyektif.

Dipicu Pembakaran Sampah, Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga di Cidadap Sukabumi

8 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Petugas memadamkan api yang menghanguskan kebun pisang di Kampung Cibeureum, Desa Padasenang, Cidadap, Sukabumi, Kamis (8/10/2026). Kebakaran yang dipicu pembakaran sampah ini menghanguskan 2.000 meter persegi lahan dan merusak kabel listrik warga.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca