Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mei 2026 10:03 WIB

Tragedi Jembatan Gantung Cibodas: Infrastruktur Lapuk Kembali Makan Korban, Warga Tagih Janji Pemerintah


					Warga berupaya mengevakuasi korban di dasar Jembatan Gantung Cibodas pada malam hari (kiri). Inset menunjukkan kondisi jembatan yang bobrok dan lapuk. Perbesar

Warga berupaya mengevakuasi korban di dasar Jembatan Gantung Cibodas pada malam hari (kiri). Inset menunjukkan kondisi jembatan yang bobrok dan lapuk.

JENTERANEWS.com  — Kondisi infrastruktur jembatan gantung yang memprihatinkan di Kabupaten Sukabumi kembali memakan korban. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak dilaporkan terjatuh dari atas Jembatan Gantung Cibodas ke dasar sungai sedalam 8 meter pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Insiden nahas ini menimpa Yono Sutrisno, seorang guru honorer di SMPN 2 Cidadap, beserta istri dan kedua buah hatinya. Akibat peristiwa tersebut, Yono mengalami patah tulang kaki, sementara istri dan kedua anaknya menderita luka-luka serta trauma mendalam.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Yono beserta keluarganya tengah menaiki sepeda motor Honda Beat, melintas dari arah Kampung Naringgul, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar. Mereka hendak pulang menuju kediamannya di Kampung Ancaen, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten.

Nahas, saat melintasi Jembatan Cibodas pascahujan lebat, roda kendaraan korban tergelincir di atas lantai jembatan yang terbuat dari kayu lapuk.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cidadap, Yandi, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendaraan korban sempat tersangkut di antara celah lantai jembatan sebelum korban terjatuh.

“Kondisi jembatan memang sangat licin setelah turun hujan. Saat melintas, motor tergelincir, lalu jatuh dan tersangkut di jembatan. Korban sempat terjepit kayu di bagian kaki sebelum akhirnya terjatuh,” ujar Yandi.

Akses Vital yang Terabaikan Belasan Tahun

Jembatan Gantung Cibodas merupakan akses penghubung vital antara Kampung Cimahi, Desa Banjarsari (Kecamatan Cidadap) dengan Kampung Sindangkerta, Desa Curugkembar (Kecamatan Curugkembar).

Jembatan yang membentang di atas Sungai Cibodas ini memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 1,5 meter. Dibangun sejak 32 tahun silam, jembatan ini dilaporkan telah mengalami kerusakan parah selama 17 tahun terakhir tanpa adanya perbaikan permanen.

Yandi menuturkan, kondisi jembatan sangat membahayakan keselamatan warga, terutama bagi anak-anak sekolah dan akses kesehatan menuju puskesmas terdekat di Curugkembar.

“Sudah lama begini. Bahaya sekali untuk anak-anak sekolah karena beberapa tali gantung sudah hampir putus dan kayu penyeberangannya sudah ada yang jebol. Setiap saat bisa saja rubuh,” tegasnya. Selama ini, warga hanya mengandalkan inisiatif swadaya untuk menambal lantai yang jebol dengan potongan kayu seadanya.

Kekecewaan serupa diungkapkan oleh Sarip dan Salu, warga setempat. Mereka menyebut, ketiadaan akses ini akan melumpuhkan mobilitas masyarakat di dua kecamatan.

“Kalau tidak ada jembatan ini, warga harus memutar jauh ke Kecamatan Sagaranten dengan jarak tempuh puluhan kilometer. Kami harap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang bisa dilalui kendaraan roda empat,” ungkap Sarip.

Pemerintah Desa Banjarsari maupun Pemerintah Desa Curugkembar diketahui telah berulang kali mengajukan proposal pembangunan jembatan ini kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun, hingga detik ini, pengajuan tersebut tak kunjung terealisasi. Keluhan warga juga kerap disuarakan dan viral di berbagai media sosial sejak beberapa tahun ke belakang.

Menanti Realisasi Janji Pemerintah

Mangkraknya perbaikan Jembatan Cibodas menyisakan tanda tanya besar terkait keseriusan pemerintah dalam menangani infrastruktur publik. Tercatat pada 16 April 2020 lalu, secercah harapan sempat muncul ketika Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mengumumkan tender Detail Engineering Design (DED) Jembatan Cibodas. Lelang tersebut dimenangkan oleh PT. Arjasari Primaraya, namun pembangunan fisik tak pernah berwujud hingga hari ini.

Di sisi lain, warga juga menagih janji yang pernah disiarkan secara luas di awal masa jabatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui kanal TikTok pribadinya.

Dalam video yang viral tersebut, Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, memohon bantuan secara langsung kepada Gubernur Dedi Mulyadi untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur vital di wilayahnya. Sang Gubernur bahkan sempat bertanya mengenai daerah di Sukabumi yang anak sekolahnya masih harus menantang maut menyeberangi sungai. Pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Cidadap dan Kecamatan Curugkembar ini merupakan salah satu dari poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Kini, warga hanya bisa berharap tragedi yang menimpa Yono dan keluarganya menjadi insiden terakhir, dan pemerintah segera turun tangan mengakhiri krisis infrastruktur di perbatasan Kecamatan Cidadap dan Curugkembar.(*)

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Asri Mulyawati Gelar Reses di Jampangtengah

6 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar, Asri Mulyawati, S.Pd. (tengah, berkerudung putih), saat memimpin jalannya dialog interaktif dalam kegiatan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Kecamatan Jampangtengah, Jumat (5/6/2026).

Serap Aspirasi Warga Ciemas, Anggota DPRD Sukabumi Andri Hidayana Gelar Reses dan Santuni Anak Yatim

6 Juni 2026 - 20:34 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PPP, Andri Hidayana (memegang mikrofon), saat memberikan sambutan di hadapan warga yang hadir dalam acara Reses Kedua Tahun Anggaran 2026 di kediamannya, Kampung Ciloa, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan lanjut usia (jompo), di mana sejumlah anak-anak yatim yang hadir tampak memegang bingkisan santunan. (FOTO: Istimewa)

Antisipasi Teror Geng Motor, Polsek Citamiang Gelar Patroli Skala Besar di Jam Rawan

6 Juni 2026 - 20:24 WIB

Kapolsek Citamiang Iptu Riki Saputra (berseragam di tengah) terlihat sedang berinteraksi dan berdialog langsung dengan warga di sebuah pos selama pelaksanaan patroli preventif dini hari untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan memberikan imbauan keamanan.

Hadapi Darurat Sampah, Pemkab Sukabumi Gaungkan “Keadilan Iklim” Lewat Aksi Masif

6 Juni 2026 - 13:50 WIB

Potret petugas dan warga melakukan korve (kerja bakti) massal serentak untuk membersihkan median jalan dan mengumpulkan sampah ke dalam karung di area Cisaat, Sukabumi, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (6/6/2026). Aksi nyata pembersihan di lapangan ini menjadi langkah taktis Pemkab Sukabumi untuk mengatasi darurat sampah dan memperluas ruang terbuka hijau, menindaklanjuti seruan Kepala DLH Nunung Nurhayati. (

Hari Lingkungan Hidup 2026: Disperkim Sukabumi Pacu Transformasi ‘Green Settlement’ Hadapi Krisis Iklim

6 Juni 2026 - 13:41 WIB

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, dalam poster peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Disperkim berkomitmen mendorong transformasi pembangunan perumahan berbasis keberlanjutan lingkungan (green settlement) guna menghadapi dampak nyata perubahan iklim di daerah.

Gelar Reses di Kebonpedes, Anggota DPRD Sukabumi Uden Abdunnafsir Tampung Keluhan Infrastruktur hingga Persoalan Hukum

6 Juni 2026 - 13:27 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Uden Abdunnafsir, saat menyampaikan pemaparan dalam Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Pondok Pesantren Nurul Inayah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi