Menu

Mode Gelap

Kecelakaan · 4 Apr 2025 12:31 WIB

Tragedi Libur Lebaran, Bocah 6 Tahun Tenggelam di Pantai Minajaya Sukabumi


					Ilustrasi: Seorang anak tewas tenggelam di Pantai Minajaya. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak saat bermain di area pantai. Perbesar

Ilustrasi: Seorang anak tewas tenggelam di Pantai Minajaya. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak saat bermain di area pantai.

JENTERANEWS.com – Suasana libur Lebaran yang seharusnya dipenuhi keceriaan berubah menjadi duka mendalam di Pantai Minajaya, Sukabumi. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun, Raka Habibi, meregang nyawa setelah tenggelam di pantai tersebut pada Kamis sore, 3 April 2025.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, ketika Raka, yang merupakan warga Kampung Pesawahan, Sukabumi, sedang bermain air di pantai. Menurut keterangan saksi mata, korban sempat berteriak meminta tolong saat berada di kubangan air dengan kedalaman 1 hingga 1,5 meter.

Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera bergegas memberikan pertolongan. Namun, nyawa Raka tidak tertolong. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Buniwangi, tetapi kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Jampangkulon. Di rumah sakit tersebut, Raka dinyatakan meninggal dunia.

“Korban diduga tidak mengetahui kondisi pantai yang memiliki permukaan tidak rata dan berisiko bagi pengunjung, terutama anak-anak,” ungkap Husna, seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, mengimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain di pantai. Ia juga mengingatkan para pengunjung untuk mematuhi rambu-rambu peringatan yang ada.

“Kami terus mengingatkan kepada pengunjung agar tetap berhati-hati, memerhatikan rambu-rambu peringatan, dan selalu mengawasi anak-anak selama beraktivitas di area pantai,” tegas Iptu Ade Hendra.

Peristiwa ini menjadi pelajaran pahit bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya di tempat-tempat wisata alam, terutama pantai. Kontur pantai yang tidak terprediksi dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan, khususnya bagi anak-anak.(*)

Kontributor: Rudi

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Sukabumi Buka Jambore Kader IMP: Sebut Kader Sebagai Garda Terdepan Kesuksesan Program Bangga Kencana

18 April 2026 - 21:14 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (paling kiri, berkacamata hitam), berdiri tegak bersama ratusan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) se-Kabupaten Sukabumi di baris terdepan pada upacara pembukaan Jambore Kader IMP di Area Rekreasi Salabintana, Sabtu (18/4/2026).

Praktis dan Tahan Lama! Ini Resep Kering Kentang Tempe Pedas yang Bikin Nasi Cepat Habis

18 April 2026 - 07:22 WIB

Kawal Iklim Investasi dan Nasib Pekerja, DPRD Sukabumi Targetkan Perda Ketenagakerjaan yang Adaptif

17 April 2026 - 18:32 WIB

Suasana rapat kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), BNN, serta perwakilan berbagai organisasi pekerja dan pengusaha di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/4/2025). Rapat ini bertujuan untuk menyerap aspirasi lintas sektoral terkait rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2023.

Biadab! Lansia 72 Tahun di Sukabumi Cabuli Gadis 13 Tahun hingga Hamil 7 Bulan

17 April 2026 - 18:19 WIB

Ilustrasi

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).
Trending di Sukabumi