Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 22 Sep 2025 16:10 WIB

UMKM di Sukabumi Naik Kelas Melalui Layanan Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal


					Suasana antusias para pelaku UMKM saat mengikuti sesi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan fasilitasi sertifikat halal yang diselenggarakan oleh DKUKM Kabupaten Sukabumi di Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok. Perbesar

Suasana antusias para pelaku UMKM saat mengikuti sesi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan fasilitasi sertifikat halal yang diselenggarakan oleh DKUKM Kabupaten Sukabumi di Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok.

JENTERANEWS.com – Dalam upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk “naik kelas,” Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, melalui UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM, kembali menggelar layanan terpadu.

Acara yang diselenggarakan di Aula Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, ini memfasilitasi para pelaku usaha dalam mengurus legalitas, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sertifikat halal.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 12 September 2025 ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Sukabumi. Kepala UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, Herman Subandi, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen DKUKM untuk memberdayakan UMKM di wilayahnya.

“Program ini menjadi bagian dari upaya DKUKM Sukabumi untuk mendorong UMKM naik kelas,” ujar Herman saat dikonfirmasi pada Senin, 22 September 2025. “Materi yang kami sampaikan mencakup kepemimpinan, komunikasi efektif, hingga pentingnya legalitas usaha. Semua ini adalah panduan komprehensif agar pelaku UMKM bisa meningkatkan kapasitas bisnisnya.”

Mendorong UMKM Naik Kelas dan Poin Pentingnya

Gerakan “UMKM Naik Kelas” adalah sebuah proses terstruktur untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha. Tujuannya adalah memastikan UMKM tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu tumbuh secara signifikan, memperluas akses pasar, dan membangun fondasi bisnis yang tangguh.

Ada tiga pilar utama yang disorot dalam program ini:

  1. Kepemimpinan yang Visioner: Pelaku UMKM didorong untuk memiliki visi yang kuat, kemampuan menginspirasi tim, dan menciptakan budaya kerja yang positif. Kepemimpinan yang baik menjadi kunci untuk mengarahkan usaha menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.

  2. Komunikasi Efektif: Di era digital, komunikasi efektif kini berpusat pada pemanfaatan media sosial. Pelaku UMKM diajarkan cara menggunakan platform digital untuk promosi dan berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, membangun hubungan yang kuat, dan memperluas jangkauan pasar.

  3. Legalitas Usaha: Ini adalah aspek krusial yang sering kali terabaikan. Melalui layanan terintegrasi seperti Online Single Submission (OSS), pengurusan izin usaha menjadi lebih mudah. Kepemilikan NIB dan sertifikat halal berfungsi sebagai bukti resmi yang meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka pintu untuk kerja sama bisnis yang lebih luas.

“Legalitas bukan hambatan, melainkan jembatan menuju pertumbuhan yang lebih aman dan terpercaya,” tegas Herman Subandi. “Melalui program ini, kami ingin memastikan UMKM di Sukabumi memiliki daya saing sekaligus keberlanjutan usaha.”

Dengan adanya fasilitasi ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kabupaten Sukabumi dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat bisnis mereka dari sisi legalitas, manajerial, hingga pemasaran, sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun global. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Tinjau Pasar Cisaat Sukabumi, Perum BULOG Pastikan Stabilitas Harga Pangan Pasca-Iduladha

30 Mei 2026 - 13:10 WIB

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (mengenakan topi dan rompi) saat berdialog dengan pedagang dan mengecek langsung kualitas komoditas pangan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Teror Babi Hutan di Cidolog: Saat Ambisi Ketahanan Pangan Lumat oleh Kerusakan Ekologis

30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tim gabungan dari BPP Cidolog, Perbakin, dan perwakilan petani setempat menunjukkan kekompakan sebelum atau setelah penyisiran di medan terjal Cidolog, Sukabumi. Foto ini menangkap momen kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mendesak untuk menghentikan kerusakan masif lahan pertanian—terutama ladang jagung dan komoditas hortikultura—akibat invasi babi hutan yang dipicu alih fungsi lahan hutan di hulu.

Waspada Penipuan Dapur Makan Bergizi Gratis, BGN Tegaskan Proses SPPG Bebas Biaya

29 Mei 2026 - 22:23 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Sony Sonjaya (tengah), didampingi oleh jajaran kepolisian, memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok penentuan titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Jumat. Dalam keterangannya, BGN menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya bersifat transparan dan tidak dipungut biaya.

Wujudkan Pendidikan Bebas Kekerasan, Pemkab Sukabumi Resmi Bentuk Pokja BSAN Lintas Sektor

29 Mei 2026 - 22:09 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah latar belakang), memimpin langsung Rapat Koordinasi Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Lintas Sektor di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Pertemuan ini menjadi langkah proaktif Pemkab Sukabumi menciptakan iklim pendidikan positif dan bebas kekerasan.

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

29 Mei 2026 - 21:36 WIB

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

Disdik dan Bupati Sukabumi Tegaskan Transparansi serta Integritas dalam SPMB 2026

29 Mei 2026 - 10:09 WIB

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Anak Tahun 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi yang transparan, akuntabel, dan bebas diskriminasi demi menjamin hak pendidikan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Trending di Sukabumi