JENTERANEWS.com – Angin segar akhirnya berembus bagi civitas akademika SDN Margawati yang berlokasi di Kampung Margawati, Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Setelah bertahun-tahun didera kecemasan akibat infrastruktur sekolah yang hancur, pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan tersebut resmi dimulai. Senin 6 Juli 2026.
Dimulainya babak baru bagi SDN Margawati ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Camat Sagaranten, R. Ade Akhsan Bratadiredja, S.T. Kp., M.Si.
Turut hadir dalam momentum penting tersebut Kapolsek Sagaranten AKP Akhmad Suryana Bande, S.H., tim pengawas pendidikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, jajaran Pemerintah Desa Sinarbentang, serta Kepala Sekolah dan para guru SDN Margawati.
Kegembiraan tidak dapat disembunyikan dari wajah Kepala Sekolah SDN Margawati, Abudin. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas realisasi program revitalisasi ini. Berdasarkan rencana, proyek ini akan mencakup volume pekerjaan yang cukup masif.
“Alhamdulillah, melalui program revitalisasi ini, rencananya kita akan membangun 3 lokal ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi 3 lokal kelas lama, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), serta pemagaran sekolah,” ujar Abudin dengan nada lega.
Wajar jika pihak sekolah begitu emosional menyambut pembangunan ini. Pasalnya, kondisi SDN Margawati sebelumnya terbilang sangat memprihatinkan sekaligus membahayakan. Tiga ruang kelas yang biasa digunakan untuk Kelas 4, 5, dan 6 telah ambruk total. Sekolah hanya menyisakan tiga lokal kelas yang terpaksa digunakan secara bergantian.
Herlina, salah seorang guru di sekolah tersebut, membeberkan bahwa kehancuran ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan sebuah “Tragedi yang Terabaikan” sejak tahun 2017.
“Kerusakan terjadi bertahap sejak tahun 2017. Ruangan pertama rusak pada November 2017, disusul ruangan kedua pada awal tahun 2023, dan terakhir ruangan ketiga ambruk total pada akhir tahun 2024,” papar Herlina pilu.
Selama hampir satu dekade menahan rontoknya atap sekolah, pihak SDN Margawati menegaskan mereka tidak tinggal diam. Proposal demi proposal permohonan bantuan diajukan secara berkala seiring bergantinya kepemimpinan sekolah.
Tercatat ada empat generasi kepala sekolah yang mengawal asa perbaikan ini: Bapak Hadlini (Mulai mengajukan sejak kerusakan pertama tahun 2017), Bapak Acu (Plt. Kepala Sekolah, 2023), Bapak Jaja Abdul Rozak (Plt. Kepala Sekolah), Bapak Abudin (Kepala Sekolah Definitif saat ini)
Ironisnya, meski sempat ada secercah harapan berupa renovasi ruang kantor dan satu ruangan lain pada tahun 2022, permohonan untuk tiga ruang kelas utama yang rusak parah tersebut selalu berujung pada jalan buntu, hingga akhirnya tiga ruang kelas itu benar-benar rata dengan tanah.
Akibat hilangnya separuh fasilitas belajar, efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Margawati merosot tajam. Pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem shift (dua kali masuk pagi dan siang) yang membuat waktu belajar anak-anak menjadi tidak optimal.
Lebih miris lagi saat cuaca cerah, para siswa kerap terpaksa melangsungkan proses belajar di luar kelas beralaskan terpal seadanya.
“Namun saat turun hujan, semua siswa terpaksa diungsikan dan disatukan dengan kelas lainnya di ruang kelas sisa yang sangat sempit,” kenang Herlina.
Tidak hanya mengganggu konsentrasi, hilangnya ruang kelas dan belum adanya pagar pembatas sekolah juga mengancam keselamatan para siswa. Anak-anak yang kehilangan ruang kelas cenderung berkeliaran tanpa pengawasan yang melokalisasi mereka.
“Anak-anak jadi tersebar ke mana-mana saat jam sekolah, bahkan ada yang bermain sampai ke area sungai dan rumah-rumah tetangga,” tambahnya dengan nada khawatir.
Kondisi darurat pun menjalar hingga ke ruang guru. Satu-satunya bangunan kantor yang tersisa dilaporkan sudah mulai mengalami retak-retak di berbagai sisi. Ruangan tersebut kini penuh sesak layaknya gudang darurat karena dipadati oleh mebeler dan dokumen-dokumen berharga yang sempat diselamatkan dari reruntuhan tiga kelas yang ambruk.
Kini, dengan diletakkannya batu pertama pembangunan SDN Margawati, pemandangan murid belajar beralaskan terpal atau kecemasan akan atap yang roboh diharapkan segera sirna.
Revitalisasi total ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak di Desa Sinarbentang untuk merajut cita-cita mereka. Pemerintah daerah dan pihak kepolisian menegaskan akan terus mengawal jalannya pembangunan agar selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar kelayakan yang ada. (Aris Jampang)















