Menu

Mode Gelap

News · 30 Des 2024 20:19 WIB

Update Kondisi Korban Penyiraman Air Keras di Sukabumi: Dua Pulang, Dua Masih Dirawat Intensif


					Korban penyiraman air keras, mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak. Perbesar

Korban penyiraman air keras, mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak.

JENTERANEWS.com – Sebuah peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tragis menggemparkan Kampung Duku Nara, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (29/12) pukul 09.45 WIB. Seorang pria berinisial G (59 tahun) tega menyiram air keras kepada istrinya, DK (46 tahun), yang mengakibatkan tiga anggota keluarga lainnya turut menjadi korban.

Aksi brutal pelaku dipicu oleh rasa cemburu. Berdasarkan pengakuannya kepada pihak kepolisian, G menuduh istrinya sering berkomunikasi melalui pesan singkat dengan pria lain. Korban juga disebut kerap meminta pisah atau cerai kepada pelaku.

Akibat penyiraman air keras tersebut, selain sang istri, tiga anggota keluarga lain turut menjadi korban, yakni MSA (18 tahun) dan AG (12 tahun), yang merupakan anak korban, serta seorang cucu berinisial D (4 tahun). Keempat korban segera dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan perawatan medis.

Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, M Rizal Perdana, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima empat pasien yang diduga menjadi korban penyiraman air keras. Rizal menjelaskan bahwa dua pasien telah diperbolehkan pulang, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif. “Yang dirawat di RSUD Sekarwangi saat ini adalah ibu dan anak keduanya. Untuk anak pertama sudah bisa pulang, sementara si ibu dan anak kedua masih dirawat di sini karena lukanya cukup parah,” ungkap Rizal pada Senin (30/12/2024).

Rizal menambahkan bahwa kondisi kedua pasien yang masih dirawat cukup serius. “Ibunya mengalami luka bakar 45 persen dan si anak mengalami luka 13 persen,” jelasnya.

Kapolsek Nagrak, IPTU Asep Suhriat, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus KDRT ini. “Pelaku (suami) cemburu kepada korban (istri) karena korban melakukan chatting dengan laki-laki lain yang tidak dikenal pelaku. Korban juga selalu meminta pisah atau cerai kepada suaminya,” ungkap Asep Suhriat.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya telah mengevakuasi korban ke RSUD Sekarwangi untuk pengobatan lebih lanjut dan telah mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.(*)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News