JENTERANEWS.com – Bencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi terus meluas dan menyebabkan dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, per tanggal 9 Desember 2024 pukul 07.00 WIB, bencana ini telah menghantam 101 desa di 39 kecamatan.
Longsor yang terjadi telah menyebabkan ribuan warga terdampak. Sebanyak 1.240 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.158 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Selain itu, 168 KK terpaksa mengungsi akibat rumahnya tidak dapat ditinggali lagi. Tercatat juga ada 260 KK yang terancam oleh potensi longsor susulan.
Bencana ini juga mengakibatkan korban jiwa sebanyak 9 orang, sementara 2 orang lainnya masih dalam status hilang. Kerusakan material akibat longsor juga cukup parah. Tercatat ada 249 rumah rusak ringan, 209 rumah rusak sedang, dan 902 rumah rusak berat. Selain itu, 192 rumah terancam longsor.
Tidak hanya rumah warga yang rusak, bencana ini juga merusak 29 sarana lain dan 23 hektar sawah serta lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama dengan berbagai pihak terkait terus berupaya melakukan penanganan terhadap bencana ini. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, dan pemulihan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, disarankan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.(*)















