Menu

Mode Gelap

News · 16 Jan 2025 20:02 WIB

Ratusan Guru Honorer R3 Sukabumi Audiensi, Tuntut Kepastian Status ASN PPPK Penuh Waktu


					Perwakilan guru honorer R3 menyampaikan tuntutan kepada BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait pengangkatan sebagai ASN PPPK penuh waktu tanpa tes, khususnya bagi guru dengan masa kerja lebih dari 10 tahun. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (16/1/2025). Perbesar

Perwakilan guru honorer R3 menyampaikan tuntutan kepada BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait pengangkatan sebagai ASN PPPK penuh waktu tanpa tes, khususnya bagi guru dengan masa kerja lebih dari 10 tahun. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (16/1/2025).

Laporan: Awang

JENTERANEWS.com – Ratusan guru honorer kategori R3 dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi menggelar audiensi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi pada Kamis (16/1/2025). Pertemuan ini membahas tuntutan para guru terkait kepastian status sebagai Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) penuh waktu, terutama bagi mereka yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun.

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi ini dipimpin oleh perwakilan BKPSDM dan Dinas Pendidikan serta dihadiri oleh perwakilan Forum R3 Kabupaten Sukabumi. Ketua Forum R3, Asep Ruswandi, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para guru honorer yang merasa belum mendapatkan kejelasan status setelah mengikuti seleksi PPPK tahap pertama.

Para guru honorer menyampaikan beberapa tuntutan utama dalam audiensi tersebut, yaitu:

Pengangkatan guru R3 dengan masa kerja lebih dari 10 tahun sebagai ASN PPPK penuh waktu tanpa melalui tes.

Mempermudah proses seleksi tahap kedua dan memberikan prioritas pada masa kerja dalam penilaian afirmasi.

Mengoptimalkan jumlah formasi PPPK sesuai dengan ketersediaan anggaran daerah.

Hasil audiensi menghasilkan sebuah kesepakatan yang dituangkan dalam dokumen resmi dan ditandatangani di atas materai oleh perwakilan BKPSDM, Dinas Pendidikan, dan Forum R3 Kabupaten Sukabumi. Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk memperjuangkan nasib para guru honorer ke tingkat pusat.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah serius merealisasikan kesepakatan ini. Kami tidak ingin alasan keterbatasan anggaran menjadi penghambat,” tegas Asep Ruswandi.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugerah, merespons tuntutan para guru dengan menyatakan komitmen pihaknya untuk mengusulkan afirmasi masa kerja bagi guru honorer kepada pemerintah pusat. Ia menekankan tiga poin penting dalam kesepakatan tersebut, yaitu afirmasi masa kerja, optimalisasi formasi sesuai anggaran, dan pengusulan formasi yang proporsional.

“Pemerintah daerah akan menjadikan pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK penuh waktu sebagai fokus utama pada tahun 2025,” ujar Ganjar.

Meskipun telah ada kesepakatan, para guru honorer menegaskan akan terus mengawal proses pengajuan ini hingga tahap kedua seleksi PPPK selesai. Mereka berharap pemerintah pusat dapat mengedepankan masa kerja dan pengabdian sebagai pertimbangan utama dalam proses pengangkatan.

“Harapan kami sederhana, diangkat tanpa tes dengan mempertimbangkan masa kerja yang telah melebihi 10 tahun. Kami hanya ingin kepastian status dan kesejahteraan yang layak setelah sekian lama mengabdi,” ungkap Deril, koordinator lapangan aksi.

Dengan jumlah guru honorer di Kabupaten Sukabumi yang mencapai ribuan, perjuangan mereka menjadi perhatian serius. Forum R3 optimis bahwa tuntutan mereka akan dipenuhi asalkan terus dikawal secara konsisten dan transparan. Audiensi ini menjadi langkah penting dalam memperjuangkan nasib para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah lama mengabdikan diri di dunia pendidikan.(*)

Artikel ini telah dibaca 251 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News