Menu

Mode Gelap

News · 18 Jan 2025 17:56 WIB

Pikpik, Bocah 13 Tahun Sukabumi yang Hilang 12 Hari, Ditemukan Selamat di Bogor


					Momen haru pertemuan kembali Pikpik dengan keluarganya. Setelah menghilang selama 12 hari, Pikpik akhirnya kembali ke pelukan orang tua tercinta. Perbesar

Momen haru pertemuan kembali Pikpik dengan keluarganya. Setelah menghilang selama 12 hari, Pikpik akhirnya kembali ke pelukan orang tua tercinta.

JENTERANEWS.com – Kabar gembira datang dari Sukabumi. Pik Muhammad Abdullah Kafi (13), yang akrab disapa Pikpik, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah menghilang selama 12 hari. Pikpik, yang merupakan putra dari pasangan Amir dan Saidah, warga Kampung Sukamiskin RT 32 RW 005 Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan hilang sejak Senin, 6 Januari 2025.

Kepergian Pikpik yang mendadak membuat panik kedua orang tuanya. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan memulai upaya pencarian yang melibatkan pemerintah desa, kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat. Pencarian intensif dilakukan di berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Pabuaran, Sagaranten, Purabaya, hingga Kecamatan Nyalindung. Namun, selama beberapa hari, usaha tersebut belum membuahkan hasil.

Di tengah upaya pencarian di lapangan, informasi mengenai hilangnya Pikpik juga disebarluaskan melalui jejaring sosial. Upaya ini membuahkan titik terang pada Sabtu, 18 Januari 2025, ketika informasi dari grup TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) mengindikasikan keberadaan Pikpik di Kecamatan Gunungputri, Bogor.

Pemerintah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, kemudian bertindak cepat dan mengantarkan langsung Pikpik kembali kepada kedua orang tuanya di Kampung Sukamiskin pada hari yang sama.

Pemerintah Kecamatan Gunungputri, Bogor, mengantarkan langsung Pikpik kembali ke keluarganya di Sukabumi.

Pemerintah Kecamatan Gunungputri, Bogor, mengantarkan langsung Pikpik kembali ke keluarganya di Sukabumi.

Kepala Desa Cibadak Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi, Sajidin, mengungkapkan bahwa Pikpik memiliki riwayat penyakit epilepsi, yang semakin menambah kekhawatiran keluarga selama masa pencarian. Sajidin menjelaskan kronologi hilangnya Pikpik, “Pikpik ditinggal sendirian di rumah. Ibunya sedang pergi ke pengajian, sementara ayahnya sedang bekerja. Keluarga menyadari kehilangan Pikpik setelah kembali ke rumah dan mendapati ia tidak ada.” Kata Sajidin Sabtu (18/1/2025)

Lebih lanjut, Sajidin menambahkan bahwa keluarga telah berupaya mencari di sekitar lingkungan rumah dan tempat-tempat yang biasa dikunjungi Pikpik sebelum memutuskan untuk menyebarkan informasi kehilangan melalui berbagai saluran, termasuk media massa.

Kini, keluarga Pikpik diliputi kebahagiaan yang tak terhingga. “Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, dan semua pihak yang telah berusaha membantu dalam pencarian Pikpik,” ujar Sajidin. Penemuan Pikpik ini menjadi penutup yang membahagiakan dari masa-masa penuh kekhawatiran.(*)

Artikel ini telah dibaca 144 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).
Trending di News