JENTERANEWS.com – Sebuah rumah panggung milik seorang janda tua, Karnenih (74), di Kampung Sirnasari, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, ludes terbakar pada Minggu (9/3/2025) pagi. Kebakaran yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik ini menghanguskan seluruh harta benda Karnenih, yang tinggal seorang diri.
Menurut laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidadap, Husni Mubarok, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat kejadian, Karnenih sedang tidak berada di rumah karena pergi bekerja ke kebun. Api pertama kali terlihat oleh cucunya, Tita (25), yang sedang berkunjung dan menginap di rumah neneknya.
“Tita melihat kepulan asap disertai api menyala di atap rumah neneknya. Ia segera keluar rumah dan meminta pertolongan kepada tetangga,” ujar Husni.
Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan rumah panggung berukuran 5×9 meter tersebut. Warga sekitar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim dari Unit Layanan Sektor Sagaranten tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api, namun rumah Karnenih sudah tidak dapat diselamatkan.
“Api diduga berasal dari percikan korsleting listrik yang jatuh tepat di atas kasur,” jelas Husni.

Petugas dari P2BK, Damkar, dan instansi terkait lainnya berkoordinasi di lokasi kebakaran rumah Karnenih di Cidadap.
Karnenih, yang mengetahui rumahnya terbakar habis, hanya bisa pasrah dan meratapi kejadian yang menimpanya. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Saat ini, Karnenih terpaksa mengungsi dan membutuhkan bantuan mendesak berupa:Sembako, Alat rumah tangga, Pakaian, Tikar, Kasur lipat, Bahan bangunan
Pihak P2BK Cidadap telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Desa Padasenang, Camat Cidadap, Danposramil Cidadap, Kapospol Cidadap, Kasi Trantibum Cidadap, Damkar, Puskesmas Cidadap, TKSK Cidadap, dan Tagana Cidadap.
“Saat ini, kondisi cuaca cerah berawan. Namun, belum ada penanganan lebih lanjut dari dinas atau instansi terkait,” ungkap Husni.
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat segera memberikan bantuan kepada Karnenih untuk meringankan beban penderitaannya.(*)















