Menu

Mode Gelap

Bencana · 9 Mar 2025 11:32 WIB

Rumah Janda Tua di Padasenang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik


					Sisa-sisa rumah panggung milik Karnenih (74) yang ludes terbakar di Kp. Sirnasari, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Sukabumi, Minggu (9/3/2025). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Perbesar

Sisa-sisa rumah panggung milik Karnenih (74) yang ludes terbakar di Kp. Sirnasari, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Sukabumi, Minggu (9/3/2025). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

JENTERANEWS.com – Sebuah rumah panggung milik seorang janda tua, Karnenih (74), di Kampung Sirnasari, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, ludes terbakar pada Minggu (9/3/2025) pagi. Kebakaran yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik ini menghanguskan seluruh harta benda Karnenih, yang tinggal seorang diri.

Menurut laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidadap, Husni Mubarok, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat kejadian, Karnenih sedang tidak berada di rumah karena pergi bekerja ke kebun. Api pertama kali terlihat oleh cucunya, Tita (25), yang sedang berkunjung dan menginap di rumah neneknya.

“Tita melihat kepulan asap disertai api menyala di atap rumah neneknya. Ia segera keluar rumah dan meminta pertolongan kepada tetangga,” ujar Husni.

Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan rumah panggung berukuran 5×9 meter tersebut. Warga sekitar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim dari Unit Layanan Sektor Sagaranten tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api, namun rumah Karnenih sudah tidak dapat diselamatkan.

“Api diduga berasal dari percikan korsleting listrik yang jatuh tepat di atas kasur,” jelas Husni.

Petugas dari P2BK, Damkar, dan instansi terkait lainnya berkoordinasi di lokasi kebakaran rumah Karnenih di Cidadap.

Petugas dari P2BK, Damkar, dan instansi terkait lainnya berkoordinasi di lokasi kebakaran rumah Karnenih di Cidadap.

Karnenih, yang mengetahui rumahnya terbakar habis, hanya bisa pasrah dan meratapi kejadian yang menimpanya. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

Saat ini, Karnenih terpaksa mengungsi dan membutuhkan bantuan mendesak berupa:Sembako, Alat rumah tangga, Pakaian, Tikar, Kasur lipat, Bahan bangunan

Pihak P2BK Cidadap telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Desa Padasenang, Camat Cidadap, Danposramil Cidadap, Kapospol Cidadap, Kasi Trantibum Cidadap, Damkar, Puskesmas Cidadap, TKSK Cidadap, dan Tagana Cidadap.

“Saat ini, kondisi cuaca cerah berawan. Namun, belum ada penanganan lebih lanjut dari dinas atau instansi terkait,” ungkap Husni.

Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat segera memberikan bantuan kepada Karnenih untuk meringankan beban penderitaannya.(*)

Artikel ini telah dibaca 118 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

SKANDAL MAKAN BERGIZI GRATIS: Terdakwa Berkelit ke Ranah Perdata, Hakim Soroti Tajam Bukti Fotokopi

28 April 2026 - 14:20 WIB

Suasana persidangan di Pengadilan Negeri Sukabumi dengan terdakwa dr. Silvi Apriani (duduk berhijab), Senin (27/4/2026). Agenda sidang adalah pembacaan eksepsi atas dakwaan penipuan dana pengadaan food tray program MBG. Panel hakim dipimpin oleh Teguh Arifiolani (

Dari Balik Semak Belukar Cibuni, Air Panas Belerang Ini Setia Obati Warga Meski Tak Lagi Terawat

28 April 2026 - 12:10 WIB

Potret terkini sumber mata air di Pemandian Air Panas Cibungur, Desa Cidadap, yang kini berubah menjadi kubangan alami usai fasilitas kolam buatan pemerintah hancur tersapu tanah longsor. Meski terbengkalai dan dikepung semak belukar, mata air ini tetap dimanfaatkan warga untuk terapi pengobatan penyakit kulit.

Pertahankan “Kartu Hijau” UNESCO, Ciletuh-Palabuhanratu Kokohkan Posisi Sebagai Geopark Kelas Dunia

28 April 2026 - 09:02 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah depan, berikat kepala batik), didampingi jajaran Pemkab Sukabumi, terpaku menyaksikan siaran virtual pengumuman UNESCO Global Geopark langsung dari Paris, Prancis, yang menegaskan kembali status Ciletuh-Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Gambar ini menangkap momen krusial saat 'Kartu Hijau' UNESCO dipastikan berlanjut.

Bupati Sukabumi Kukuhkan Pengurus Baru BP-CPUGGp, Tegaskan Geopark Sebagai Laboratorium Pembangunan Berkelanjutan Dunia

27 April 2026 - 17:50 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar memberikan sambutan saat pengukuhan pengurus baru BP-CPUGGp di Aula Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/4/2026).

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Menyusul Kegagalan Negosiasi AS-Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz

27 April 2026 - 17:43 WIB

Ratusan Warga Desa Sukatani Sukabumi Kembali Gelar Aksi, Tagih Janji Kades Terkait Infrastruktur Jalan

27 April 2026 - 17:16 WIB

SUASANA AUDIENSI: Sejumlah warga Desa Sukatani, Sukabumi, berkumpul dan berdiri di Kantor Desa Sukatani untuk menagih janji kampanye Kepala Desa terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah, Senin (27/4/2026). Pria berbaju biru di latar depan tampaknya sedang menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Desa Sulaemansyah dan para pejabat lainnya yang duduk di meja depan dalam pertemuan tersebut.
Trending di Sukabumi