Menu

Mode Gelap

Bencana · 10 Mar 2025 18:52 WIB

Pencarian Korban Longsor di Sukabumi Dihentikan Sementara, Hujan dan Tebalnya Longsoran Jadi Kendala


					Tim SAR gabungan berjibaku mencari korban longsor di Desa Langkap Jaya, Sukabumi, Senin (10/3/2025). Perbesar

Tim SAR gabungan berjibaku mencari korban longsor di Desa Langkap Jaya, Sukabumi, Senin (10/3/2025).

JENTERANEWS.com – Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian tiga korban yang tertimbun longsor di Desa Langkap Jaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (10/3/2025) pukul 18.00 WIB. Hujan yang terus mengguyur dan tebalnya longsoran tanah menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Tiga korban yang masih hilang adalah Darjat (60), Siti Maryam (35), dan Ahyar Fauzi (9). Mereka merupakan warga Desa Langkap Jaya yang tertimbun longsor pada Kamis (6/3/2025) malam.

“Upaya pencarian hari ini belum membuahkan hasil. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur lokasi, sehingga kami khawatir terjadi longsor susulan. Selain itu, longsoran tanah yang tebal dan dalam menyulitkan proses pencarian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, dalam keterangan tertulisnya.

Sinergi tim SAR gabungan dan warga dalam upaya pencarian korban longsor di Desa Langkap Jaya, Sukabumi.

Sinergi tim SAR gabungan dan warga dalam upaya pencarian korban longsor di Desa Langkap Jaya, Sukabumi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan telah melakukan berbagai upaya pencarian. Mereka menyisir lokasi longsor dengan menggali tanah menggunakan cangkul dan alat berat, serta menyusuri aliran sungai hingga radius 1,4 kilometer. Tim juga menggunakan drone untuk melakukan pencarian dari udara hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian.

“Kami telah mengerahkan segala upaya, namun kondisi cuaca dan tebalnya longsoran tanah menjadi kendala. Kami akan kembali melanjutkan pencarian besok pagi,” tambahnya.

Selain kendala cuaca dan tebalnya longsoran, akses jalan menuju lokasi kejadian juga terhambat oleh longsoran tanah. Tim hanya bisa mencapai lokasi dengan menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan yang licin.

Pencarian hari ini melibatkan 121 personel dari berbagai unsur, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Kodim 0622/Kab. Sukabumi, Polsek Lengkong, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan berbagai organisasi relawan lainnya.

Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada Selasa (11/3/2025) pagi. Semoga ketiga korban segera ditemukan.(*)

Laporan: Aris Jampang

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

164 Ribu Peserta PBI JK Dinonaktifkan, Pemkab Sukabumi Berpacu Validasi Data Jelang Tenggat Akhir April

16 April 2026 - 10:30 WIB

Trending di Kesehatan