Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 13 Apr 2025 07:41 WIB

Klarifikasi Sekolah Soal Isu Kekerasan Seksual yang Viral di SMA Negeri Sukabumi


					Polemik dugaan kekerasan seksual di SMA Negeri Sukabumi. Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar. Perbesar

Polemik dugaan kekerasan seksual di SMA Negeri Sukabumi. Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar.

JENTERANEWS.com – Sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di Kota Sukabumi mendadak menjadi pusat perhatian setelah isu dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang tenaga pendidik kembali mencuat. Pihak sekolah pun angkat bicara terkait kabar yang viral di media sosial tersebut.

Peristiwa yang dikabarkan terjadi pada November 2023 lalu itu sebelumnya disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, gelombang perbincangan kembali menyeruak di dunia maya setelah muncul indikasi bahwa guru yang diduga terlibat akan kembali mengajar di sekolah tersebut.

Menanggapi isu yang berkembang, Humas SMA Negeri Kota Sukabumi, Asep Rahmat Kurniawan, membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan seksual tersebut. Kendati demikian, ia memberikan klarifikasi dan menilai bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi.

“Saya ingin meluruskan kronologisnya. Sekitar dua tahun lalu, tepatnya November 2023, kami menerima laporan dari seorang siswa terkait dugaan pelecehan seksual. Namun, perlu saya tekankan, redaksi laporannya tidak spesifik. Bahkan, sekadar pegangan tangan pun bisa dianggap sebagai pelecehan jika pihak yang bersangkutan merasa tidak nyaman,” ungkap Asep kepada awak media di kantornya, Sabtu (12/4/2025).

Asep menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penelusuran internal. Proses klarifikasi atau tabayyun telah dilakukan dengan melibatkan baik pihak yang diduga menjadi korban maupun terduga pelaku.

“Kami melibatkan tim kesiswaan, guru Bimbingan Konseling (BK), hingga kepala sekolah. Setelah semua pihak dikumpulkan dan diklarifikasi, kedua belah pihak menerima penyelesaian secara internal. Tidak ada proses hukum yang dilanjutkan ke kepolisian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep mengungkapkan bahwa guru yang dilaporkan dalam kasus ini saat ini sudah tidak lagi bertugas di SMAN 3 Sukabumi. Menurutnya, persoalan ini telah ditangani secara administratif oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah V.

“Yang bersangkutan telah dipindahtugaskan ke sekolah lain. Kami menganggap masalah ini telah selesai baik secara internal sekolah maupun kepegawaian. Situasi di sekolah pun sudah kembali kondusif,” imbuhnya.

Namun, ketenangan sekolah kembali terusik setelah isu ini kembali mencuat melalui unggahan di media sosial. Bahkan, guru yang bersangkutan dikabarkan terlihat kembali ke lingkungan sekolah dan berfoto dengan beberapa siswa.

“Tanggal 8 April lalu, memang ada apel seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat KCD. Mungkin saja yang bersangkutan hadir dalam kapasitas silaturahmi. Tidak ada surat tugas mengajar kembali di sini. Saya menduga kehadirannya hanya sebatas kunjungan,” tutur Asep.

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa guru tersebut tidak diundang secara resmi dan kehadirannya di sekolah bukan dalam kapasitas seorang pengajar.

Mengenai kondisi siswa yang diduga menjadi korban, Asep menyampaikan bahwa siswa tersebut kini telah duduk di kelas XII dan telah menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

“Jujur, awalnya saya tidak tahu persis siapa korbannya. Namun, setelah mengetahuinya, kami terus memantau kondisi psikologisnya. Alhamdulillah, yang bersangkutan tetap belajar dengan baik dan berhasil menyelesaikan pendidikannya,” ucapnya.

Asep menambahkan bahwa pihak sekolah telah memberikan pendampingan psikologis kepada siswa tersebut sejak awal kejadian. Terkait unggahan viral di media sosial, ia menduga kuat bahwa unggahan tersebut bukan berasal dari korban, melainkan dari pihak lain yang memiliki kedekatan emosional dengan korban.

“Saya yakin itu bukan dari korban langsung, tapi mungkin teman-temannya yang merasa simpati. Kejadian itu pun kemungkinan terjadi di luar jam sekolah,” jelasnya.

Diketahui, guru yang menjadi sorotan tersebut merupakan pengajar mata pelajaran Bahasa Sunda dan sebelumnya bertugas di SMPN 11 sebelum akhirnya dimutasi ke SMAN 3. Saat ini, proses mutasinya masih berlangsung di KCD.

Pihak sekolah berharap agar isu ini tidak terus dibesar-besarkan dan meminta seluruh warga sekolah untuk tetap tenang. “Kami tegaskan kembali, kondisi di sekolah saat ini aman dan kondusif. Kami berharap tidak ada gejolak lanjutan. Insyaallah, kejadian serupa tidak akan terulang lagi,” pungkas Asep.(*)

Laporan : Joko Samudro

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Anggota DPRD Sukabumi H. Loka Tresnajaya Apresiasi Purna Tugas Camat Cicurug dalam Momentum Halal Bihalal

30 April 2026 - 18:36 WIB

Suasana hangat saat penyampaian sambutan dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pengantar Purna Tugas Camat Cicurug, Judi Budimansjah, S.IP., A.Kp., di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemberian penghormatan atas dedikasi pengabdian beliau di wilayah tersebut.

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Bencana