Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 9 Agu 2025 20:32 WIB

Viral di Sukabumi, Remaja 16 Tahun Diduga Dipersekusi Usai Dituduh Maling Motor


					Tangkapan layar dari video viral yang menunjukkan remaja berinisial G (16) dengan tangan terikat saat menjadi korban dugaan persekusi di Cikidang, Sukabumi, Jumat (8/8/2025). Perbesar

Tangkapan layar dari video viral yang menunjukkan remaja berinisial G (16) dengan tangan terikat saat menjadi korban dugaan persekusi di Cikidang, Sukabumi, Jumat (8/8/2025).

JENTERANEWS.com – Sebuah video yang menunjukkan perlakuan tidak manusiawi terhadap seorang remaja berinisial G (16 tahun) di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Dalam rekaman singkat berdurasi 18 detik, G tampak tak berdaya, duduk membungkuk dengan kedua tangan terikat ke belakang, menjadi korban dugaan persekusi oleh sekelompok orang.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 04.30 WIB itu berawal dari tuduhan salah sasaran. G, yang merupakan warga setempat, dituduh sebagai pelaku pencurian sepeda motor saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Dalam video yang beredar, terdengar jelas bentakan keras seorang pria dalam bahasa Sunda. “Ti mana maneh, ari maneh anak saha? (Dari mana kamu, anak siapa?)” tanya pria tersebut.

Saat G menjawab dengan menyebut nama ayahnya, bentakan lain yang meremehkan langsung memotong, “Paduli teuing, arek anak saha oge, arek anak jenderal sugan (Masa bodoh, mau anak siapa pun, biar anak jenderal sekalipun).”

Suasana dalam rekaman menunjukkan beberapa orang berada di lokasi dengan pakaian santai. Seorang pria berbaju hitam bahkan terlihat berjongkok di belakang korban sambil memegang tali yang mengikat tangannya, sementara kamera menyorot detail ikatan dan wajah pasrah G.

Menurut kesaksian tetangga korban, Risna Yuliawati, kejadian bermula saat G baru saja mengantar ayahnya yang hendak bekerja di Terminal Pajagan, Cikidang.

“Sekitar pukul 04.00 WIB, G mengantar ayahnya. Sesampainya di terminal, ternyata ada barang yang tertinggal di rumah, jadi dia putar balik untuk pulang,” jelas Risna kepada wartawan pada Sabtu (9/8/2025).

Nahas, di tengah perjalanan pulang, tepatnya di Desa Cikiray, G dicegat oleh sekelompok orang yang langsung menuduhnya sebagai pencuri. “Tanpa klarifikasi, mereka menyangka dia pelakunya, lalu langsung dicegat dan dihajar,” ungkap Risna pilu.

Kabar persekusi ini sampai ke telinga Kepala Dusun setempat, Ujang Muhammad Irfanudin, yang mengenal baik keluarga korban. Tanpa menunggu lama, ia segera mendatangi rumah G untuk memastikan kondisi korban.

“Saya langsung datang ke rumah korban dan merasa sangat prihatin melihat kondisinya. Saya kenal baik dengan ayahnya, yang saat kejadian sedang tidak ada di rumah karena bekerja,” ujar Ujang.

Atas nama kemanusiaan dan keadilan, Ujang mendampingi keluarga korban untuk membuat laporan resmi ke Polres Sukabumi. “Keluarga hanya menuntut satu hal, yaitu para pelaku dihukum sesuai prosedur hukum yang berlaku di negara kita. Itu saja,” tegasnya.

Menariknya, di tengah proses pelaporan, istri dari salah satu terduga pelaku turut hadir mendampingi keluarga korban. “Mungkin dia merasa simpati pada korban. Katanya, itu juga atas perintah dari suaminya,” tambah Ujang.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan (Kanit Jatanras) Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda MGS Irlansyah, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya telah bergerak cepat untuk menangani kasus ini.

“Iya betul, laporan sudah kami terima. Tadi malam (Jumat malam) kami sudah melakukan olah TKP dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” kata Irlansyah, Sabtu.

Ia memastikan bahwa proses penyelidikan akan segera dilanjutkan untuk mengungkap para pelaku dan motif di balik tindakan main hakim sendiri ini. “Hari ini, kami berencana melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 113 kali

Baca Lainnya

Cegah Praktik Komersialisasi, Disdik Kabupaten Sukabumi Larang Keras Sekolah Jual Seragam dan Buku

25 Juli 2026 - 17:23 WIB

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, yang menegaskan larangan keras bagi satuan pendidikan untuk menjual seragam dan buku pelajaran.

Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Adat Kasepuhan Ciptamulya di Sukabumi

25 Juli 2026 - 17:04 WIB

Penampakan api yang menyala hebat disertai kepulan asap hitam pekat saat melahap kerangka bangunan rumah panggung berkonstruksi kayu di kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Kebakaran yang terjadi di area perbukitan ini memicu kepanikan warga setempat.

Tragedi Sukabumi: Tiga Kakak Beradik Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Panggung Akibat Lilin

24 Juli 2026 - 18:35 WIB

Pemandangan malam lokasi kebakaran maut yang menghanguskan sebuah rumah panggung di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kabupaten Sukabumi. Tiga anak bersaudara tewas terjebak kobaran api di rumah ini. Garis polisi telah dipasang di sekeliling puing-puing bangunan.

Cuaca Panas dan Angin Kencang Picu Kebakaran Satu Hektare Lahan Jati di Bantargadung, Sukabumi

24 Juli 2026 - 17:55 WIB

kobaran api yang melanda area lahan kebun jati dan alang-alang di Kampung Leuwipari RT02/RW02, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam (23/07/2026). Api terlihat meluas dengan cepat di tengah kegelapan malam akibat faktor cuaca panas dan angin kencang, mengancam pemukiman warga di sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Pohon Jati 10 Meter Tumbang di Simpenan, Jalur Bagbagan–Kiara Dua Sempat Lumpuh Total

24 Juli 2026 - 17:48 WIB

Pemuda di Sukabumi Tega Bacok Ibu Kandung Pakai Pisau Dapur

24 Juli 2026 - 17:35 WIB

Petugas mengevakuasi pelaku berinisial IR ke dalam Ambulans Desa Salekambang di Sukabumi pada Kamis malam (23/7/2026). Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa kambuh tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor untuk penanganan lebih lanjut setelah musyawarah dengan keluarga.
Trending di Sukabumi