Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 25 Jul 2026 17:04 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Adat Kasepuhan Ciptamulya di Sukabumi


					Penampakan api yang menyala hebat disertai kepulan asap hitam pekat saat melahap kerangka bangunan rumah panggung berkonstruksi kayu di kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Kebakaran yang terjadi di area perbukitan ini memicu kepanikan warga setempat. Perbesar

Penampakan api yang menyala hebat disertai kepulan asap hitam pekat saat melahap kerangka bangunan rumah panggung berkonstruksi kayu di kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Kebakaran yang terjadi di area perbukitan ini memicu kepanikan warga setempat.

JENTERANEWS.com — Insiden kebakaran berskala besar melanda kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya yang berlokasi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7/2026) siang.

Kobaran api dilaporkan membubung tinggi dan merembet dengan sangat cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Konstruksi rumah di kawasan adat tersebut yang mayoritas merupakan rumah panggung tradisional—berdinding kayu dan beratap ijuk—membuat si jago merah dengan mudah melahap deretan hunian warga. Kepulan asap hitam pekat tampak menutupi langit di area perbukitan kawasan tersebut.

Kepanikan Warga di Lokasi Kejadian

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, lautan api berwarna merah-oranye tampak menyala hebat hingga merobohkan atap-atap bangunan. Situasi di lokasi kejadian diwarnai oleh kepanikan luar biasa dari para warga.

Dalam rekaman tersebut, terdengar teriakan warga yang saling bersahutan, memperingatkan satu sama lain mengenai bahaya aliran listrik di sekitar titik kobaran api.

“Listrik, listrik, awas listrik!” teriak salah seorang warga di tengah kepanikan.

Beberapa pemuda dan warga setempat terlihat berlarian melintasi jalan semen perbukitan guna mengevakuasi diri dan menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diamankan. Di sudut lain, tampak seorang pria memantau api yang terus membesar dari area gazebo kayu di dekat lokasi kejadian.

Dede, salah seorang warga setempat, mengonfirmasi dahsyatnya peristiwa tersebut. Ia menyebut bahwa api dengan cepat menghanguskan bangunan dan terus merambat.

“Barusan sekali terjadi, sampai sekarang apinya belum padam. Habis semua, banyak rumah terbakar, apinya masih nyala dan merembet,” ungkap Dede saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (25/7/2026).

Tindakan Cepat Tanggap Otoritas Setempat

Dihubungi secara terpisah, Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, membenarkan terjadinya musibah kebakaran di wilayah administratifnya. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna meminimalisasi dampak kerusakan.

“Iya, betul terjadi kebakaran. Namun, untuk waktu pasti kejadian dan kronologinya belum diketahui secara rinci. Saat ini tim dari Dinas Pemadam Kebakaran sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” terang Okih.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang dibantu oleh tim gabungan dan warga setempat masih terus berjibaku memadamkan sisa-sisa titik api. Upaya pelokalisiran api terus dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas ke bangunan lain maupun area hutan di perbukitan tersebut.

Pihak berwenang belum merilis laporan resmi mengenai penyebab pasti timbulnya api, jumlah rumah yang terdampak, total kerugian material, maupun ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Saat ini, tim gabungan masih fokus pada upaya pemadaman total serta pendataan dan pengamanan lokasi kejadian.(*)

(Oto Iskandar)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Cegah Praktik Komersialisasi, Disdik Kabupaten Sukabumi Larang Keras Sekolah Jual Seragam dan Buku

25 Juli 2026 - 17:23 WIB

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, yang menegaskan larangan keras bagi satuan pendidikan untuk menjual seragam dan buku pelajaran.

Tragedi Sukabumi: Tiga Kakak Beradik Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Panggung Akibat Lilin

24 Juli 2026 - 18:35 WIB

Pemandangan malam lokasi kebakaran maut yang menghanguskan sebuah rumah panggung di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kabupaten Sukabumi. Tiga anak bersaudara tewas terjebak kobaran api di rumah ini. Garis polisi telah dipasang di sekeliling puing-puing bangunan.

Cuaca Panas dan Angin Kencang Picu Kebakaran Satu Hektare Lahan Jati di Bantargadung, Sukabumi

24 Juli 2026 - 17:55 WIB

kobaran api yang melanda area lahan kebun jati dan alang-alang di Kampung Leuwipari RT02/RW02, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam (23/07/2026). Api terlihat meluas dengan cepat di tengah kegelapan malam akibat faktor cuaca panas dan angin kencang, mengancam pemukiman warga di sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Pohon Jati 10 Meter Tumbang di Simpenan, Jalur Bagbagan–Kiara Dua Sempat Lumpuh Total

24 Juli 2026 - 17:48 WIB

Pemuda di Sukabumi Tega Bacok Ibu Kandung Pakai Pisau Dapur

24 Juli 2026 - 17:35 WIB

Petugas mengevakuasi pelaku berinisial IR ke dalam Ambulans Desa Salekambang di Sukabumi pada Kamis malam (23/7/2026). Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa kambuh tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor untuk penanganan lebih lanjut setelah musyawarah dengan keluarga.

PN Cibadak Eksekusi Aset KAI 7.820 Meter Persegi di Emplasemen Stasiun Cicurug

23 Juli 2026 - 17:04 WIB

Warga menyerahkan dokumen kepada petugas KAI dan Juru Sita] Juru Sita Pengadilan Negeri Cibadak (pria berkemeja batik) menunjukkan surat penetapan eksekusi kepada perwakilan PT KAI Daop 1 Jakarta dan warga yang menempati lahan (pria muda berkacamata hitam) di kawasan Emplasemen Stasiun Cicurug, Sukabumi, Kamis (23/7/2026). Momen formal pembacaan penetapan dan penyerahan objek lahan ini menegaskan penguasaan kembali aset KAI seluas 7.820 meter persegi sesuai dengan amar putusan pengadilan yang telah inkracht, dengan landasan hukum Grondkaart yang kuat. Warga tersebut menunjukkan sikap kooperatif selama proses hukum berlangsung.
Trending di Sukabumi