Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 8 Sep 2025 08:01 WIB

Duka Mendalam Selimuti Keluarga PMI Asal Sukabumi, Heri Wibawa Meninggal di Korea Selatan


					Jenazah Heri Wibawa, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi, tiba di rumah duka di Desa Cikiray setelah dipulangkan dari Korea Selatan. Jenazah diberangkatkan dari Korea Selatan pada Sabtu, 6 September 2025, dan tiba di rumah duka pada Minggu malam, 7 September 2025. Almarhum meninggal dunia pada 3 September 2025 di sebuah rumah sakit di Pohang, Korea Selatan, setelah berjuang melawan penyakit meningitis. Perbesar

Jenazah Heri Wibawa, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi, tiba di rumah duka di Desa Cikiray setelah dipulangkan dari Korea Selatan. Jenazah diberangkatkan dari Korea Selatan pada Sabtu, 6 September 2025, dan tiba di rumah duka pada Minggu malam, 7 September 2025. Almarhum meninggal dunia pada 3 September 2025 di sebuah rumah sakit di Pohang, Korea Selatan, setelah berjuang melawan penyakit meningitis.

JENTERANEWS.com — Kabar duka menyelimuti Kampung Cimantaja, Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Heri Wibawa, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (3/9/2025) setelah berjuang melawan penyakit meningitis.

Heri, yang berangkat ke Negeri Ginseng pada Mei 2022 melalui program resmi G to G (government to government), meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Pohang, Korea Selatan, setelah menjalani perawatan intensif sejak 27 Agustus 2025.

Menanggapi kabar duka ini, Kepala Desa Cikiray, Kang Ateng, segera turun tangan. “Saya mendapat informasi ada salah satu warga kami, almarhum Heri Wibawa, meninggal di Korea Selatan. Saya langsung meluncur ke rumah duka dan bertemu keluarga,” ujar Kang Ateng, Sabtu (6/9/2025).

Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian terkait. Bantuan penuh juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mempercepat proses pemulangan jenazah.

Heri Wibawa memulai kontrak kerjanya pada 22 Mei 2022 dengan durasi tiga tahun, yang kemudian diperpanjang selama 1 tahun 10 bulan sesuai dengan aturan maksimal lima tahun masa kerja PMI di Korea Selatan. Sejak Agustus 2025, kesehatan Heri menurun drastis hingga ia harus dirawat intensif.

Meskipun telah mendapatkan perawatan maksimal, nyawanya tidak dapat tertolong. Seluruh biaya perawatan Heri sebesar setara Rp74 juta sepenuhnya ditanggung oleh asuransi kesehatan di Korea.

Jenazah Heri diberangkatkan dari Korea Selatan pada Sabtu (6/9/2025) pukul 10.35 waktu setempat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.50 WIB. Setelah melewati proses administrasi yang cepat, jenazah langsung dibawa menuju Sukabumi.

“Jika tidak ada hambatan, jenazah diperkirakan tiba di rumah duka di Desa Cikiray pada pukul 21.00 WIB malam ini,” kata Kang Ateng pada Minggu (7/9/2025).

Kedatangan jenazah almarhum Heri Wibawa, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga, disambut dengan duka mendalam. Pukul 21.00 WIB, Minggu malam, kerabat dan warga sekitar sudah memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Cikiray, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah sosok pekerja keras dan menjadi kebanggaan keluarga serta desa,” tutur Kang Ateng. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Gubernur Dedi Mulyadi, yang telah membantu proses pemulangan ini. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak, mengenang sosok Heri Wibawa yang telah berjuang demi keluarga.(*)


Reporter: Joko

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi
Trending di Peristiwa