JENTERANEWS.com — Kabar duka menyelimuti Kampung Cimantaja, Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Heri Wibawa, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (3/9/2025) setelah berjuang melawan penyakit meningitis.
Heri, yang berangkat ke Negeri Ginseng pada Mei 2022 melalui program resmi G to G (government to government), meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Pohang, Korea Selatan, setelah menjalani perawatan intensif sejak 27 Agustus 2025.
Menanggapi kabar duka ini, Kepala Desa Cikiray, Kang Ateng, segera turun tangan. “Saya mendapat informasi ada salah satu warga kami, almarhum Heri Wibawa, meninggal di Korea Selatan. Saya langsung meluncur ke rumah duka dan bertemu keluarga,” ujar Kang Ateng, Sabtu (6/9/2025).
Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian terkait. Bantuan penuh juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mempercepat proses pemulangan jenazah.
Heri Wibawa memulai kontrak kerjanya pada 22 Mei 2022 dengan durasi tiga tahun, yang kemudian diperpanjang selama 1 tahun 10 bulan sesuai dengan aturan maksimal lima tahun masa kerja PMI di Korea Selatan. Sejak Agustus 2025, kesehatan Heri menurun drastis hingga ia harus dirawat intensif.
Meskipun telah mendapatkan perawatan maksimal, nyawanya tidak dapat tertolong. Seluruh biaya perawatan Heri sebesar setara Rp74 juta sepenuhnya ditanggung oleh asuransi kesehatan di Korea.
Jenazah Heri diberangkatkan dari Korea Selatan pada Sabtu (6/9/2025) pukul 10.35 waktu setempat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.50 WIB. Setelah melewati proses administrasi yang cepat, jenazah langsung dibawa menuju Sukabumi.
“Jika tidak ada hambatan, jenazah diperkirakan tiba di rumah duka di Desa Cikiray pada pukul 21.00 WIB malam ini,” kata Kang Ateng pada Minggu (7/9/2025).
Kedatangan jenazah almarhum Heri Wibawa, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga, disambut dengan duka mendalam. Pukul 21.00 WIB, Minggu malam, kerabat dan warga sekitar sudah memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Cikiray, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah sosok pekerja keras dan menjadi kebanggaan keluarga serta desa,” tutur Kang Ateng. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Gubernur Dedi Mulyadi, yang telah membantu proses pemulangan ini. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak, mengenang sosok Heri Wibawa yang telah berjuang demi keluarga.(*)
Reporter: Joko
Redaktur: Hamjah















