Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 4 Jan 2026 17:55 WIB

Awali 2026 di Aceh, Presiden Prabowo Tegaskan Kemandirian Negara Tangani Bencana dan Buka Ruang Partisipasi Publik


					Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (01/01/2026). Presiden menegaskan kemampuan negara dalam menanggulangi bencana dan membuka ruang partisipasi publik yang transparan. Perbesar

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (01/01/2026). Presiden menegaskan kemampuan negara dalam menanggulangi bencana dan membuka ruang partisipasi publik yang transparan.

JENTERANEWS.com – Mengawali hari pertama tahun 2026, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (01/01/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah memiliki kapasitas penuh untuk menangani dampak bencana di sejumlah provinsi tanpa perlu menetapkan status bencana nasional.

Pernyataan tegas ini disampaikan Presiden usai meninjau pembangunan rumah hunian Danantara. Menurut Prabowo, keputusan untuk tidak menaikkan status menjadi bencana nasional bukan bentuk pengabaian, melainkan sinyal kepercayaan diri bahwa mesin birokrasi dan anggaran negara mampu mengatasi krisis tersebut secara mandiri.

“Kita sebagai bangsa, sebagai negara mampu menghadapi. Ya, kita tidak perlu menyatakan bencana nasional. Tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,” ujar Presiden Prabowo di hadapan awak media.

Sebagai bukti keseriusan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar dan menginstruksikan para menteri untuk turun langsung ke titik nol bencana. Strategi penanganan dilakukan secara paralel dan masif di berbagai wilayah.

“Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini. Dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang. Ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain? Kita juga masih menghadapi masalah di beberapa kabupaten di provinsi lain,” tegas Presiden, merinci mobilisasi jajarannya.

Di tengah upaya masif pemerintah, Presiden Prabowo juga membuka pintu kolaborasi dengan masyarakat sipil. Pemerintah menyambut baik uluran tangan dari komunitas, diaspora, maupun perorangan yang ingin berkontribusi dalam pemulihan pascabencana.

Namun, Presiden memberikan catatan tebal mengenai akuntabilitas. Segala bentuk bantuan harus melalui mekanisme yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

“Saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, ‘saya ingin menyumbang ini’, nanti kita laporkan ke pemerintah pusat,” ucap Prabowo. Ia menambahkan, “Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas.”

Dalam arahan teknisnya, Presiden menekankan percepatan pemulihan fasilitas vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi sorotan utama dalam agenda rekonstruksi.

“Saya juga minta perhatian, kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama Puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit, supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” pungkasnya.

Kunjungan kerja di tanggal 1 Januari ini menjadi simbol komitmen pemerintah bahwa tidak ada hari libur dalam pelayanan publik, khususnya dalam memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca